PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Prof. Biruté Mary Galdikas, yang meninggal dunia di rumah sakit di Los Angeles.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kobar, Rabu (25/3), bertepatan dengan hari pertama masuk kerja usai libur Idulfitri.
Bupati mengatakan, kabar duka diterima pada Selasa (24/3) malam dan langsung disampaikan kepada peserta apel sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhumah.
“Semalam kami mendapat kabar duka, seorang tokoh konservasi dunia, Prof. Biruté Mary Galdikas, telah meninggal dunia di rumah sakit di Los Angeles,” ujarnya.
Nurhidayah menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kobar bersama masyarakat turut berduka cita atas kepergian sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk pelestarian lingkungan, khususnya orangutan dan hutan hujan tropis di Kalimantan.
Selama puluhan tahun, Biruté Mary Galdikas aktif melakukan penelitian dan konservasi di Taman Nasional Tanjung Puting. Kegiatannya tidak hanya berdampak pada pelestarian satwa, tetapi juga mengangkat nama Kotawaringin Barat hingga tingkat internasional sebagai pusat konservasi orangutan.
Bupati menyebut, kontribusi almarhumah sangat besar dalam dunia konservasi, termasuk melalui organisasi yang didirikannya, Orangutan Foundation International, yang berperan dalam menjaga kelestarian orangutan dan ekosistem hutan tropis di Kalimantan.
Ia juga mengajak ASN dan masyarakat meneladani semangat pengabdian almarhumah dalam menjaga kelestarian alam. Kepergian Biruté Mary Galdikas dinilai sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat Kobar, tetapi juga dunia internasional. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno