Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Para Pedayung di Pangkalan Bun Butuh Perahu Standar Nasional

Syamsudin Danuri • Selasa, 18 November 2025 | 09:27 WIB

 

Lomba dayung Bupati Cup yang digelar di Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.
Lomba dayung Bupati Cup yang digelar di Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Suyanto, mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan olahraga daerah, khususnya pemenuhan sarana dan prasarana yang masih terbatas.

Ia menegaskan, peningkatan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak untuk mendorong prestasi atlet di Bumi Marunting Batu Aji.

Ajakan tersebut disampaikan Suyanto saat membuka Lomba Dayung Bupati Cup di bantaran Sungai Arut.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti keterbatasan fasilitas yang dimiliki Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kobar, terutama peralatan standar untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah pada 2026.

Menurut Suyanto, PODSI Kobar membutuhkan perahu berstandar nasional, sementara saat ini atlet masih berlatih menggunakan perahu tradisional.

“Ketua PODSI Kobar telah menyampaikan bahwa mereka membutuhkan perahu berstandar nasional untuk ajang Porprov nanti. Saat ini calon atlet masih menggunakan perahu tradisional, sehingga diperlukan kepedulian dunia usaha maupun siapa pun yang peduli terhadap kemajuan olahraga di Kabupaten Kobar,” ujarnya.

Suyanto menambahkan, PODSI Kobar mulai melakukan penjaringan atlet untuk nomor 500 meter dan 1.000 meter. Dengan pelaksanaan Porprov yang kian dekat, penyediaan peralatan yang memadai dinilai penting agar atlet dapat berlatih sesuai standar kompetisi.

“Penjaringan ini sangat penting bagi atlet dayung Kobar, baik putra maupun putri. Namun PODSI Kobar belum memiliki perahu standar nasional dan masih mengandalkan perahu tradisional. Ini menjadi perhatian kita semua, khususnya perlunya dukungan pihak ketiga mengingat anggaran daerah sangat terbatas,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kolaborasi dengan dunia usaha dinilai penting, mengingat sektor olahraga juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dukungan finansial dan fasilitas dari dunia usaha sangat membantu meningkatkan kualitas latihan atlet, yang pada akhirnya bisa melahirkan atlet berprestasi. Kobar memiliki banyak potensi atlet terbaik, sehingga dukungan pihak ketiga sangat diperlukan,” tutupnya. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#dayung #Pangkalan Bun #porprov #kalteng