Pelajar Palangka Raya Raih Emas dan Perak di Ajang Sains Nasional


PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pelajar Kota Palangka Raya menorehkan prestasi dalam ajang National Science Invention and Fair (NSIF) 2026 yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada 13–18 Oktober 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Mereka meraih medali emas dan perak melalui inovasi di bidang kesehatan.
Medali emas diraih tim gabungan dari SMPN 3 Palangka Raya, SMPIT Al Ghazali Palangka Raya, dan SMP Katolik Santo Paulus. Mereka mengembangkan Humanutri, minuman sereal bernutrisi berbahan dasar ikan gabus, daun kelor, daun katuk, kelakai, dan biji jelai.
Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Tim peraih medali emas terdiri atas Celyn Febiolla Rain, Mahira Hasna Kamila, Rafiandra Al Khalifi Prasetyo, Mikhayla Ayesha, Ahha Faeyza Hernanda, dan Daniel Junian Tabeasi.
Sementara itu, tim SMPS Golden Christian School Palangka Raya meraih medali perak melalui inovasi AdemNox. Produk berupa hidrogel berbahan dasar kitosan jamur dan daun sirih tersebut dikembangkan sebagai alternatif pembalut luka bakar dalam kondisi darurat bencana.
Prestasi lainnya diraih siswa SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya yang mewakili Kontingen Kalimantan Tengah dalam ajang International Mathematics Olympiad for Young Achievers (IMOYA). Mereka berhasil melaju ke babak final yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 17–23 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengapresiasi capaian para pelajar tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional hingga internasional menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan di Kota Palangka Raya.
“Luar biasa dan sangat diapresiasi. Ini capaian membanggakan bagi dunia pendidikan di Palangka Raya,” ungkap Jayani, Senin (19/10/2026).
Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi peserta didik lainnya untuk terus belajar, berinovasi, mengembangkan potensi, serta berani berkompetisi di berbagai bidang.
Jayani menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa pelajar daerah mampu menghasilkan gagasan kreatif dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan pendidikan diperlukan untuk mendorong lahirnya inovasi serta prestasi baru.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




