
radarsampit.jawapos.com-Penyerang Real Madrid Kylian Mbappé, sekaligus pemain tim nasional Prancis, menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Tiongkok setelah komentarnya mengenai foto dirinya memicu kontroversi. Foto itu terkait meme yang membandingkannya dengan sosok Mao Zedong.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (29/10), Dalam pernyataan yang dirilis melalui perusahaan miliknya, Interconnected Ventures, Mbappé mengakui bahwa perkataannya telah menyinggung sebagian masyarakat Tiongkok dan komunitas Tionghoa di berbagai negara.
Mbappe menyampaikan permintaan maaf dalam tiga bahasa, yakni Prancis, Mandarin, dan Inggris, serta menegaskan rasa hormatnya terhadap rakyat dan sejarah Tiongkok.
Kontroversi tersebut memicu reaksi luas di Tiongkok hingga berdampak pada penayangan pertandingan LaLiga, kerja sama komersial, serta keberadaan konten Mbappé di sejumlah platform digital.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok bahkan turut menanggapi persoalan itu dengan menyatakan bahwa perkataan maupun tindakan yang melukai perasaan rakyatnya akan mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.Situasi tersebut meningkatkan tekanan terhadap Mbappé hingga akhirnya ia menyampaikan pernyataan publik untuk meredakan polemik yang berkembang.
LaLiga juga menyampaikan penyesalan atas dampak komentar Mbappé terhadap para penggemar sepak bola di Tiongkok dan menyatakan tengah berkoordinasi dengan mitra serta pemangku kepentingan setempat.
Dalam permintaan maafnya, Mbappé menegaskan bahwa menyinggung masyarakat Tiongkok bukanlah maksud dari perkataannya dan ia menyesali dampak yang ditimbulkan.
Pernyataan tersebut menjadi upaya Mbappé untuk meredakan kontroversi yang berawal dari komentar mengenai meme Mao Zedong dan berkembang menjadi persoalan yang melibatkan berbagai pihak.(ris/nov/jpc)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





