Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Bidik Nomor Satu Dunia dari Rumput Laut

Farid Mahliyannor
Penulis: Farid Mahliyannor❯
Petani rumput laut memanen budidaya perikanan.
Petani rumput laut memanen budidaya perikanan.

Advertisement

 

Radarsampit.jawapos.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan Indonesia menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun segera menyiapkan ekosistem industri rumput laut nasional dari hulu hingga hilir.

“Insya Allah jajaran Kemenperin siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut ini sebagai satu potensi baru yang membanggakan kita semua,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10).

Advertisement

Menurutnya, pengembangan rumput laut menjadi bagian dari agenda industrialisasi dan hilirisasi. Komoditas tersebut memiliki potensi besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, agar dan karagenan hingga bahan baku farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial dan bioplastik.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah penting agar produksi rumput laut Indonesia dan seluruh hilirisasinya bisa menjadikan produksi rumput laut Indonesia nomor satu di dunia,” katanya.

Sarmuji mengatakan, pengembangan industri rumput laut diarahkan untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi, meningkatkan kapasitas industri, mendorong inovasi, membuka pasar baru serta memperkuat daya saing produk Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan ISDAP 2026–2030 yang diinisiasi dan dikoordinasikan Kementerian PPN/Bappenas. Arah pengembangan juga dimasukkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2026–2045 yang saat ini dalam proses finalisasi.

Menurutnya, potensi rumput laut juga sejalan dengan kinerja industri manufaktur nasional. Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Sarmuji menekankan pengembangan industri rumput laut tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan, ketersediaan bahan baku, kualitas lingkungan, efisiensi sumber daya dan kesejahteraan masyarakat di sentra produksi.

Pemerintah juga mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, lembaga pembiayaan, riset, inovasi, teknologi hingga kerja sama internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun rantai nilai rumput laut sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi biru Indonesia.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

GAPKI Soroti Absennya Harga Acuan CPO Nasional: Pemicu Ketidakpastian Harga Ekspor

GAPKI Soroti Absennya Harga Acuan CPO Nasional: Pemicu Ketidakpastian Harga Ekspor

Ketidakadaan acuan harga yang seragam membuat klaim praktik under invoicing dalam ekspor sawit menjadi sangat subjektif.

GAPKI Soroti Indonesia Belum Punya Benchmark Harga CPO untuk Acuan Ekspor

GAPKI Soroti Indonesia Belum Punya Benchmark Harga CPO untuk Acuan Ekspor

GAPKI menilai, Indonesia hingga kini belum memiliki satu acuan harga (benchmark) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang seragam

Hadirkan Kepala Bea Cukai Sampit, UNDA Ajarkan Peluang Ekspor Internasional Langsung dari Ahlinya

Hadirkan Kepala Bea Cukai Sampit, UNDA Ajarkan Peluang Ekspor Internasional Langsung dari Ahlinya

UNDA Sampit menghadirkan Kepala Bea Cukai Sampit sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Pakar yang dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer