Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sinergi Pemerintah dan PGRI Perkuat Akses Pendidikan di Papua

G
Penulis: Gunawan.❯
MAKAN GRATIS: Anak-anak di SD Inpres Napua saat mencicipi makanan dari uji coba mandiri Pemprov Papua Pegunungan, belum lama ini.
MAKAN GRATIS: Anak-anak di SD Inpres Napua saat mencicipi makanan dari uji coba mandiri Pemprov Papua Pegunungan, belum lama ini.

JAYAPURA, radarsampit.jawapos.com – Gubernur Papua Matius Fakhiri menerima kunjungan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Papua periode 2024–2029 di ruang kerja gubernur pada Senin 3 November 2025.


Advertisement

Pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi antara Pemprov Papua dan organisasi guru untuk menyusun langkah nyata memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan di seluruh provinsi.

Ketua PGRI Provinsi Papua Elia Waromi menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan kapasitas tenaga pendidik dan pemerataan layanan pendidikan terutama di daerah terpencil.

”Pertemuan ini merupakan langkah awal kami untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah provinsi, khususnya dalam meningkatkan kapasitas guru dan pemerataan pendidikan di wilayah pedalaman,” ujar Elia Waromi.

Advertisement

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun mengapresiasi sejumlah kebijakan progresif yang dinilai mendukung transformasi pendidikan di Papua Tengah.

Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum di Nabire, ia menegaskan pentingnya pendidikan sebagai motor perubahan sosial dan ekonomi.

”Saya berpesan, yang bisa mengubah masa depan Papua, yang bisa mengubah kehidupan kita, itu adalah pendidikan. Jadi, para kepala daerah, pak gubernur, hanya pendidikan yang dapat menyelamatkan manusia. Tanpa pendidikan itu sangat susah,” tegas Komarudin Watubun.

Advertisement

Komarudin juga mencatat sejumlah inisiatif yang perlu dipertahankan, seperti rekrutmen 276 guru baru pelatihan tenaga pendidik penerapan sekolah sepanjang hari dan pengembangan sekolah berasrama yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Hal tersebut sebagai upaya menutup kesenjangan layanan pendidikan.

Dia menekankan, peningkatan kualitas harus disertai tata kelola yang transparan serta keterlibatan masyarakat adat agar program berkelanjutan dan tepat sasaran. (*/ign)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru Harus Adaptif Hadapi Transformasi Digital

Guru Harus Adaptif Hadapi Transformasi Digital

Pelantikan Pengurus Kabupaten PGRI Lamandau, Bunda Guru, serta pengurus organisasi kelengkapan PGRI Kabupaten Lamandau

Inilah Daftar Nama Korban Ledakan Bom Perang Dunia II, 55 Orang Terpaksa Menungsi

Inilah Daftar Nama Korban Ledakan Bom Perang Dunia II, 55 Orang Terpaksa Menungsi

Peristiwa tragis tersebut menewaskan lima orang, melukai belasan warga, serta memaksa puluhan penduduk mengungsi.

Ambyar! Seperti Ini Kondisi TKP Ledakan Bom Perang Dunia II, 5 Orang Tewas, 6 Rumah Rusak Parah

Ambyar! Seperti Ini Kondisi TKP Ledakan Bom Perang Dunia II, 5 Orang Tewas, 6 Rumah Rusak Parah

Selain korban meninggal, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga warga yang diduga masih tertimbun material bangunan atau belum

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer