Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Selama Bulan Ramadan, Skema Penyaluran MBG Disiapkan

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:03 WIB
MAKAN BERGIZI: Para pelajar saat menyantap makanan dari program MBG. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT
MAKAN BERGIZI: Para pelajar saat menyantap makanan dari program MBG. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Menjelang bulan suci Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunggu kepastian.

Hingga awal Februari 2026 ini, pelaksana di daerah belum menerima petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat terkait keberlanjutan program tersebut selama puasa.

Ketua Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yos Sudarso, Hari Rahmad mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah MBG tetap berjalan seperti biasa saat Ramadan.

Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada surat edaran atau kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

“Untuk pelaksanaan saat Ramadan, kami masih menunggu arahan resmi. Sampai sekarang belum ada edaran yang kami terima,” ujar Hari, Sabtu (7/2/2026).

Meski demikian, pihak yayasan tidak tinggal diam. Antisipasi tetap disiapkan apabila program MBG diputudskan tetap berjalan selama bulan puasa. Salah satu penyesuaian yang akan dilakukan adalah terkait dengan jenis menu yang akan diberikan kepada para penerima manfaat.

Jika dilaksanakan, menu MBG tidak lagi berupa makanan berat seperti hari biasa, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan berbuka puasa. Makanan kering, takjil, serta buah-buahan menjadi alternatif yang telah dipertimbangkan oleh pihaknya.

“Konsepnya bukan untuk dimakan di sekolah. Menu akan menyesuaikan, agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa,” terangnya.

Penyesuaian juga dilakukan pada mekanisme penyaluran. Selama Ramadan, makanan tidak dikonsumsi langsung di lingkungan sekolah, melainkan dibagikan untuk dibawa pulang oleh siswa.

“Makanan tetap kami distribusikan ke sekolah, tapi nanti tetap bisa dibawa pulang oleh siswa,” kata Hari.

Di luar ketidakpastian pelaksanaan saat Ramadan, Hari menegaskan bahwa program MBG sejauh ini mendapat sanbutan positif dari masyarakat. Tidak hanya menyasar siswa, program ini juga dirasakan manfaatnya oleh kelompok lain yang menjadi sasaran program.

“Ibu-ibu sangat antusias. Bahkan ibu hamil dan menyusui juga sudah menerima manfaat dari program ini,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG di Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebanyak 2.890 siswa, ditambah kelompokpenerima lainnya sesuai ketentuan program nasional.

Hari menegaskan, seluruh rencana penyesuaian tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat diterapkan sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah psuat.

“Kalau nanti surat edarannya sudah keluar, tentu akan segera kami sampaikan ke masyarakat,” pungkasnnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#sekolah #makan gratis #pendidikan #Mbg