Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Ternyata Masih Hantui Kota Sampit

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Kondisi tepian Sungai Mentaya masih diselimuti kabut asap tipis, Selasa (3/11/2026). (USay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Kondisi tepian Sungai Mentaya masih diselimuti kabut asap tipis, Selasa (3/11/2026). (USay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Advertisement

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski tidak setebal sebelumnya, kemunculannya pada malam hingga pagi hari membuat warga khawatir kondisi kembali memburuk.

“Masih ada meski tak tebal, namun khawatir saja kembali parah,” kata Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Menurutnya, kabut asap mulai terasa pada malam hari hingga pagi. Kondisi tersebut perlahan berkurang saat siang hari.

Advertisement

Pengalaman serupa juga dirasakan warga lainnya. Mereka berharap tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memperburuk kualitas udara di Sampit.

Kekhawatiran itu muncul karena hujan deras masih jarang terjadi. Kondisi yang cenderung kering dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memudahkan terjadinya kebakaran lahan.

“Semoga tidak ada yang bakar lahan lagi, karena kondisi mulai kering lagi akibat belum ada lagi hujan deras,” kata Basuni, warga Kecamatan Baamang.

Advertisement

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, kondisi cuaca di Sampit pada Selasa (3/11/2026) pukul 07.00 WIB tercatat berkabut asap dengan jarak pandang sekitar satu kilometer.

Pada waktu yang sama, suhu udara mencapai 25,6 derajat Celsius dengan kelembapan 95 persen. Angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan empat kilometer per jam.

Data tersebut menunjukkan kabut asap masih terpantau dalam pengamatan cuaca pagi hari. Meski jarak pandang mencapai satu kilometer, masyarakat tetap perlu berhati-hati, terutama saat berkendara pada malam dan pagi hari.

Warga juga diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan kebakaran menjadi penting agar kabut asap tidak kembali meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. (oes)

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Ingin Karhutla dan Kabut Asap Terulang di Palangka Raya, Patroli Siang-Malam Digencarkan

Tak Ingin Karhutla dan Kabut Asap Terulang di Palangka Raya, Patroli Siang-Malam Digencarkan

Kabut asap yang telah menipis di Palangka Raya, serta semakin berkurangnya karhutla, terus dijaga agar tidak lagi terulang dengan patroli

Kabut Asap di Sampit Berangsur Hilang Usai Hujan, Tapi Maskapai masih Batalkan Penerbangan

Kabut Asap di Sampit Berangsur Hilang Usai Hujan, Tapi Maskapai masih Batalkan Penerbangan

Kepala Bandara H. Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan operasional penerbangan untuk sementara belum dibuka kembali. Pihak bandara masih men

Patroli Antisipasi Karhutla Tetap Aktif Kendati Hujan mulai Mengikis Kabut Asap di Palangka Raya

Patroli Antisipasi Karhutla Tetap Aktif Kendati Hujan mulai Mengikis Kabut Asap di Palangka Raya

Udara sejuk mulai terasa di Kota Palangka Raya setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa dini hari (27/10/2026), namun patroli tetap aktif

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer