
SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski tidak setebal sebelumnya, kemunculannya pada malam hingga pagi hari membuat warga khawatir kondisi kembali memburuk.
“Masih ada meski tak tebal, namun khawatir saja kembali parah,” kata Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Menurutnya, kabut asap mulai terasa pada malam hari hingga pagi. Kondisi tersebut perlahan berkurang saat siang hari.
Pengalaman serupa juga dirasakan warga lainnya. Mereka berharap tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memperburuk kualitas udara di Sampit.
Kekhawatiran itu muncul karena hujan deras masih jarang terjadi. Kondisi yang cenderung kering dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memudahkan terjadinya kebakaran lahan.
“Semoga tidak ada yang bakar lahan lagi, karena kondisi mulai kering lagi akibat belum ada lagi hujan deras,” kata Basuni, warga Kecamatan Baamang.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, kondisi cuaca di Sampit pada Selasa (3/11/2026) pukul 07.00 WIB tercatat berkabut asap dengan jarak pandang sekitar satu kilometer.
Pada waktu yang sama, suhu udara mencapai 25,6 derajat Celsius dengan kelembapan 95 persen. Angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan empat kilometer per jam.
Data tersebut menunjukkan kabut asap masih terpantau dalam pengamatan cuaca pagi hari. Meski jarak pandang mencapai satu kilometer, masyarakat tetap perlu berhati-hati, terutama saat berkendara pada malam dan pagi hari.
Warga juga diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan kebakaran menjadi penting agar kabut asap tidak kembali meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. (oes)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




