Kabut Asap Sampit Makin Pekat, Jarak Pandang Pagi Ini Turun Jadi 50 Meter

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Selasa pagi (20/10/2026). Kondisinya semakin pekat hingga jarak pandang berdasarkan pengamatan BMKG Kotim turun menjadi hanya 50 meter pada pukul 07.00 WIB.
“Masker biasa sepertinya sudah tidak mempan. Asap menyengat masuk rongga pernapasan,” ungkap Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Data BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mencatat jarak pandang pada pukul 06.00 WIB
masih sekitar 100 meter. Satu jam kemudian, jarak pandang kembali menurun menjadi 50 meter.
Pada pukul 07.00 WIB, suhu udara tercatat 23 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 97 persen. Angin berada dalam kondisi tenang atau calm, dengan kecepatan 0 kilometer per jam.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga pada pagi hari harus dilakukan dengan kewaspadaan ekstra. Jarak pandang yang sangat terbatas juga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara yang melintas di tengah kabut asap.
Keluhan warga mengenai asap yang menyengat turut menunjukkan dampak yang dirasakan saat beraktivitas di luar ruangan. Meski demikian, tingkat paparan polutan tidak dapat ditentukan hanya dari ketebalan asap yang terlihat atau bau yang tercium.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95 atau yang setara dan terpasang rapat di wajah. Masker kain maupun masker medis biasa tidak dirancang untuk menyaring partikel halus sekecil PM2.5 secara optimal.
Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan. Jika jarak pandang terlalu terbatas, sebaiknya menepi di tempat aman hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Kabut asap yang kembali memburuk menjadi perhatian di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotim. Pemantauan jarak pandang dan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi serta risiko paparan bagi masyarakat. (oes)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




