Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap di Sampit Mulai Menipis, Sinar Matahari Kembali Menghangatkan Kulit

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Areal Bundaran KB, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tapak jelas terlihat tanpa kabut asap pekat, Sabtu siang (17/10/2026) sekitar pukul 10.00. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Areal Bundaran KB, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tapak jelas terlihat tanpa kabut asap pekat, Sabtu siang (17/10/2026) sekitar pukul 10.00. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai menipis pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Sinar matahari mulai terlihat dan terasa menghangatkan kulit warga, meski kabut asap masih membatasi jarak pandang.

“Alhamdulillah, hari ini sinar matahari mulai terlihat meski malu-malu,” ungkap Yudho, salah seorang warga Sampit.

Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap terpantau pekat hampir sepanjang hari. Kondisi tersebut membuat sinar matahari sulit menembus lapisan asap yang menyelimuti kota.

Advertisement

Data kondisi cuaca dari BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit menunjukkan jarak pandang pada pukul 07.00 WIB masih sekitar 200 meter. Saat itu, cuaca dilaporkan berupa kabut asap dengan suhu 25,5 derajat Celsius, kelembapan udara 91 persen, serta angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 4 kilometer per jam.

Tiga jam kemudian, kondisi mulai berubah. Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 800 meter. Suhu udara naik menjadi 30,2 derajat Celsius, sedangkan kelembapan turun menjadi 47 persen. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 11 kilometer per jam.

Peningkatan jarak pandang tersebut menunjukkan kondisi atmosfer di Sampit mengalami perubahan dibandingkan pagi hari. Namun, kabut asap masih terpantau sehingga kondisi udara belum sepenuhnya pulih.

Advertisement

Mulainya sinar matahari terasa menghangatkan kulit menjadi sedikit kelegaan bagi warga setelah beberapa hari beraktivitas di tengah kabut asap. Meski demikian, jarak pandang yang masih terbatas menjadi pengingat bahwa asap belum sepenuhnya hilang dari Sampit.

Warga tetap perlu berhati-hati saat berkendara, terutama pada pagi hari ketika jarak pandang masih rendah. Masyarakat juga disarankan mengurangi paparan asap dan menggunakan masker yang sesuai apabila beraktivitas di luar ruangan, terutama jika mengalami gangguan pernapasan. (oes)

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menargetkan pengaspalan Jalan Jaksa Agung, Sampit rampung dalam sepuluh hari ke depan

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Dinsos Kotim Tangani 30 Anak Berhadapan dengan Hukum Sepanjang 2026

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim, Laily Hasanah, mengatakan kasus yang ditangani cukup beragam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer