Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Lebaran, Harga Cabai di PPM Sampit Mulai Turun

M
Penulis: M. Akbar❯

Pedagang bahan pokok di PPM Sampit.  (Akbar/Radar Sampit)
Pedagang bahan pokok di PPM Sampit. (Akbar/Radar Sampit)


Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Harga cabai di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak menjelang hingga beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Salah seorang pedagang bahan pokok di PPM Sampit, Mila, mengatakan harga cabai sebelumnya sempat mencapai kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram pada H-2 Lebaran. Harga tersebut bahkan masih bertahan hingga beberapa hari setelah Idulfitri.

“Waktu itu harga cabai sempat sampai sekitar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram dan bertahan beberapa hari setelah Lebaran,” ujarnya, Selasa (31/3).

Advertisement

Namun memasuki H+2 Lebaran, harga cabai mulai berangsur turun dan kini berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram.

Meski sempat terjadi lonjakan harga pada beberapa komoditas, Mila memastikan distribusi bahan pokok di PPM Sampit hingga saat ini masih terpantau stabil dan pasokan tetap tersedia.

“Distribusi bahan pokok sejauh ini masih stabil. Barang tetap tersedia dan tidak sampai kosong,” katanya.

Advertisement

Selain cabai, harga sejumlah komoditas lain juga mengalami perubahan. Saat ini harga bawang merah berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Sementara itu, komoditas tomat justru mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, kini harga tomat mencapai sekitar Rp35 ribu per kilogram.

Menurut Mila, kenaikan harga tomat terjadi karena pasokan tomat lokal sedang kosong sehingga pedagang harus mendatangkan tomat dari Pulau Jawa.

“Tomat lokal sedang tidak ada, jadi yang datang sekarang tomat dari Jawa. Itu yang membuat harganya naik,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok pada momen hari besar keagamaan merupakan hal yang umum terjadi.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh terbatasnya distribusi karena sebagian distributor dan pedagang menjalani mudik Lebaran.

“Biasanya memang setiap hari besar keagamaan harga bahan pokok naik. Apalagi saat Lebaran kemarin banyak distributor dan pedagang yang mudik sehingga pasokan sempat terbatas,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Siti, mengaku bersyukur dengan mulai turunnya harga sejumlah bahan pokok, khususnya cabai. Menurutnya, lonjakan harga bahan pokok selama Lebaran kemarin cukup menyulitkan masyarakat dalam mengatur kebutuhan dapur.

“Alhamdulillah sekarang beberapa bahan pokok sudah mulai turun. Waktu Lebaran kemarin harga bahan pokok naik, jadi kami harus benar-benar memutar otak untuk mengolah makanan supaya tetap cukup,” ujarnya. (ktr-2)

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sekolah Rakyat Kotim Kekurangan Tenaga Medis, Dokter Kunjung Jadi Solusi

Sekolah Rakyat Kotim Kekurangan Tenaga Medis, Dokter Kunjung Jadi Solusi

Kotimmengupayakan keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 setelah kontrak sejumlah tenaga pendukung

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menargetkan pengaspalan Jalan Jaksa Agung, Sampit rampung dalam sepuluh hari ke depan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer