Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nabung 11 Bulan Khusus untuk Biaya Mudik

Rado.
Penulis: Rado.❯

 


Advertisement

Pemudik memasuki kapal yang akan mengantar mereka pulang demi momentum lebaran di kampung halaman lewat Pelabuhan Sampit, Senin (16/3).
Pemudik memasuki kapal yang akan mengantar mereka pulang demi momentum lebaran di kampung halaman lewat Pelabuhan Sampit, Senin (16/3).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Bagi sebagian besar perantau, momen mudik saat Lebaran bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi impian yang selalu dirindukan. Hasim Ependi, buruh bangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), termasuk salah satu yang merasakan manisnya kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau.

Sejak 2010, Hasim meninggalkan Pulau Jawa untuk mencari nafkah di tanah perantauan. Selama lebih dari satu dekade, ia bekerja keras sebagai buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, kesempatan untuk pulang ke kampung halaman tidak selalu bisa ia raih setiap tahun. Bahkan, hampir lima tahun terakhir, ia harus menahan rindu karena fokus menabung dan bekerja.

Advertisement

“Kalau sudah merantau lama, pulang kampung itu memang jadi impian. Apalagi kalau sudah lama tidak bertemu keluarga,” ungkap Hasim dengan mata berbinar mengenang momen yang selalu ditunggu-tunggu.

Tahun ini, Hasim memutuskan pulang lebih awal, sejak awal Ramadan. Ia memilih jalur laut menuju Pulau Jawa karena dianggap lebih terjangkau. Meski begitu, biaya mudik tetap menjadi tantangan, terutama karena ia pulang bersama istri dan anaknya. Untuk itu, Hasim menyiapkan tabungan dari hasil jerih payahnya selama 11 bulan agar perjalanan mudik sekaligus membawa hasil kerja kerasnya bisa terlaksana. 

“Saya kerja sekitar 11 bulan untuk ditabung supaya bisa pulang bersama anak dan istri. Biayanya memang cukup besar, jadi harus disiapkan dari jauh hari,” katanya.

Advertisement

Bagi Hasim, panjangnya perjalanan laut bukan halangan. Rasa lelah selama berjam-jam di kapal seakan terbayar lunas saat akhirnya menginjak tanah kampung halaman dan bertemu keluarga tercinta. Kebahagiaan itu menjadi inti dari setiap perjalanan perantau, yang seringkali harus menahan rindu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Setelah merayakan Lebaran, Hasim berencana kembali ke Kotim untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, kenangan manis mudik tahun ini akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, pengingat bahwa perjuangan di perantauan selalu ditemani harapan dan rindu yang menunggu untuk dipenuhi.

“Yang penting bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga. Itu yang paling ditunggu oleh orang yang merantau,” pungkasnya. (yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit kembali Diserbu Aparat, 20 Orang Terindikasi Konsumsi Sabu

Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit kembali Diserbu Aparat, 20 Orang Terindikasi Konsumsi Sabu

Kawasan eks Golden di Jalan Rahadi Usman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, digerebek tim gabungan Polres dan BNNK Kotim

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Posyandu di Kotim Tak Lagi Hanya Layani Ibu dan Anak, Kini Sasar Semua Usia

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini beralih fungsi

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Jalan Jaksa Agung Sampit Segera Diaspal, Ditargetkan Rampung 10 Hari

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menargetkan pengaspalan Jalan Jaksa Agung, Sampit rampung dalam sepuluh hari ke depan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer