Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Diperkirakan Aman Jelang Arus Mudik

Yuni Pratiwi Iskandar

NAIK KAPAL: Ratusan penumpang menaiki KM Rucitra VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (26/2/2026).
NAIK KAPAL: Ratusan penumpang menaiki KM Rucitra VI yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (26/2/2026).


Advertisement

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) relatif aman menjelang arus mudik Idulfitri 2026. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan tidak terjadi dalam waktu dekat, baik di jalur laut maupun darat.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandara H. Asan Sampit Mulyono Leo Nardo mengatakan ,ketinggian gelombang di perairan sekitar Kotim diperkirakan masih aman untuk aktivitas pelayaran.

“Ketinggian gelombang di laut diperkirakan maksimum sekitar 1,25 meter. Untuk kapal Ro-Ro maupun kapal besar lainnya masih aman untuk berlayar,” ujarnya, Selasa (10/3).

Advertisement

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah daratan dalam sepekan ke depan diperkirakan didominasi cerah berawan. Hujan masih berpotensi terjadi, namun umumnya turun pada sore hingga malam hari.

Menurut Mulyono, intensitas hujan yang diperkirakan terjadi masih dalam kategori normal dengan curah hujan menengah, yakni sekitar 20 hingga 100 milimeter. 

“Curah hujan yang kami perkirakan masih dalam kategori menengah dan masih normal,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, suhu udara belakangan ini terasa lebih panas karena secara astronomis posisi Matahari mulai mendekati garis khatulistiwa.

“Saat ini kita berada di bulan Maret, posisi Matahari mendekati ekuator sehingga terasa lebih panas. Namun secara umum wilayah ini masih berada dalam musim hujan,” jelasnya.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau di wilayah Kotawaringin Timur akan mulai terjadi pada awal Juni mendatang.

Terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Mulyono menyebutkan sempat terpantau beberapa titik panas. Namun setelah hujan turun dalam beberapa hari terakhir, titik panas tersebut tidak lagi terdeteksi.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi karhutla diperkirakan mulai meningkat memasuki awal musim kemarau.

“Berdasarkan rilis kami, potensi karhutla mulai muncul pada awal musim kemarau sekitar bulan Juni. Apalagi kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang, sehingga potensi kebakaran juga meningkat. Karena itu perlu kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cukup signifikan,” pungkasnya. (yn/yit)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Setelah Padam Diguyur Hujan, Karhutla kembali Menyala di Wilayah Kobar

Meskipun cuaca di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai pulih, namun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terjadi ke arah Kolam

Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengancam

Hujan Belum Merata, Karhutla Masih Mengancam

Prakirawan Cuaca BMKG Kotim H. Asan Alfa Centauri saat diwawancarai terkait potensi hujan yang belum merata dan ancaman karhutla, (29/10)

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer