Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aspal Mengelupas, Nyali Diuji, Curhatan Warganet Soal Jalan Rusak Sampit–Samuda

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯

Kondisi JalanHM Arsyad Sampit-Samuda, aspal mengelupas dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan kini viral di media sosial. (Instagram duwi_nurjanah)
Kondisi JalanHM Arsyad Sampit-Samuda, aspal mengelupas dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan kini viral di media sosial. (Instagram duwi_nurjanah)



Advertisement

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Aspal mengelupas, jalan bergelombang, dan lalu lintas padat truk besar menjadi pemandangan sehari-hari di ruas Jalan HM Arsyad, jalur utama penghubung Sampit menuju Samuda. Kondisi itu kembali jadi sorotan setelah curhatan seorang warganet viral di media sosial.

Curahan hati itu datang dari akun Instagram duwi_nurjanah yang mengunggah video pada 28 Februari 2026.

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, ia memperlihatkan kondisi jalan rusak parah, mulai dari aspal terkelupas hingga permukaan jalan yang tidak rata.

Advertisement

Sambil mengendarai sepeda motor, ia melontarkan pertanyaan yang mewakili kegelisahan banyak pengguna jalan.

“Masak harus nunggu banyak korban dulu baru diperbaiki. Kira-kira sampai kapan jalan Sampit–Samuda seperti ini?” ucapnya dalam video.

Hingga Selasa (3/3/2026), video itu telah ditonton sedikitnya 27 ribu kali. Unggahan tersebut juga mendapat 1.474 tanda suka dan memicu 251 komentar dari warganet. Sejumlah akun dengan jumlah pengikut besar bahkan turut membagikan ulang video tersebut.

Advertisement

Dalam video itu, duwi_nurjanah menjelaskan bahwa rekaman diambil saat hari libur sehingga arus lalu lintas terlihat relatif lengang. Namun, kondisi berbeda terjadi pada hari kerja.

“Kalau hari biasa di sini ramai banget. Banyak truk-truk CPO lewat, jalannya rusak, mereka berderet. Kami yang naik motor ini benar-benar kasihan,” ujarnya.

Menurutnya, lalu lalang truk tangki pengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama bagi pengendara roda dua yang harus berbagi jalur di tengah kondisi jalan yang tidak layak.

Meski dihantui rasa cemas, ia mengaku tetap harus melintasi ruas jalan tersebut. Sebab, jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju rumah orang tuanya di Samuda.

“Mau gimana lagi, harus lewat jalan ini karena rumah orang tua saya di sana,” katanya.

Ia berharap kerusakan jalan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Baginya, perbaikan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan agar tidak harus menguji nyali setiap kali melintas. (oes)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Akses Warga Terganggu, DPRD Seruyan Minta Jalan Sungai Mitak Segera Diperbaiki

Akses Warga Terganggu, DPRD Seruyan Minta Jalan Sungai Mitak Segera Diperbaiki

Kerusakan jalan di Desa Sungai Mitak mendapat perhatian anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Bejo Riyanto

Surat Edaran Diabaikan, Truk Masih Melintas di  Jalan Ahmad Shaleh

Surat Edaran Diabaikan, Truk Masih Melintas di  Jalan Ahmad Shaleh

truk baran, truk tangki, dan truk bermuatan kelapa sawit, masih nekat melintasi jembatan pile slab Kilometer 7 di Jalan Ahmad Shaleh

Dinas PUPR Tambal Jalan Padat Karya dan Abdul Kadir Pangkalan Bun 

Dinas PUPR Tambal Jalan Padat Karya dan Abdul Kadir Pangkalan Bun 

PERBAIKAN: Satuan Tugas (Satgas) Bina Marga menambal sejumlah jalan berlubang di Jalan Padat Karya dan Jalan Abdul Kadir, Pangkalan Bun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer