Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukber dan Silaturahmi Gapki Kalteng dengan PWI Kotim

Yuni Pratiwi Iskandar

 


Advertisement

 

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Tengah bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur menggelar buka puasa bersama, Kamis (27/2).
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Tengah bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur menggelar buka puasa bersama, Kamis (27/2).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Momentum Ramadan dimanfaatkan kalangan pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk memperkuat hubungan dengan insan pers.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Tengah bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur menggelar buka puasa bersama, Kamis (27/2), yang menjadi ruang dialog untuk mendukung keberlanjutan sektor perkebunan di daerah.

Advertisement

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri pengurus asosiasi, perwakilan perusahaan swasta besar, serta wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam PWI Kotim. 

Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimaknai sebagai sarana memperkuat komunikasi antara dunia usaha dan media.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Gapki Kalteng Rizki Djaya menekankan pentingnya hubungan harmonis antara perusahaan dan pers dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor perkebunan. 

Advertisement

Ia berharap aspirasi dari perusahaan maupun masukan dari kalangan pers dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Menurut Rizki, industri kelapa sawit masih memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia, sehingga keberlanjutan sektor ini perlu dijaga bersama.

“Kontribusi perkebunan sawit sangat besar bagi pembangunan daerah. Karena itu, komunikasi yang baik dengan semua pihak, termasuk pers, harus terus dipelihara agar sektor ini tetap berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kotim Siti Fauziah menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat antara pelaku usaha dan media akan membantu menghadirkan pemberitaan yang objektif kepada masyarakat.

Ia menegaskan, pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara akurat dan berimbang, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Dengan komunikasi yang baik, media juga dapat berperan sebagai mitra dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap hubungan baik ini terus terjaga. Dengan sinergi yang kuat, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat memberikan pemahaman utuh dan tidak menimbulkan persepsi keliru,” kata Siti Fauziah.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga langkah memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha perkebunan dan insan pers demi mendukung stabilitas ekonomi daerah. (yn/yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

GAPKI Kalteng Wajibkan Anggotanya Menjaga Areal Konsesi dan Lingkungan dari Ancaman Karhutla

GAPKI Kalteng Wajibkan Anggotanya Menjaga Areal Konsesi dan Lingkungan dari Ancaman Karhutla

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalteng menegaskan perusahaan perkebunan anggotanya, wajib menjaga areal dan lingkungan

GAPKI Desak Perusahaan Sawit Perkuat Antisipasi Karhutla

GAPKI Desak Perusahaan Sawit Perkuat Antisipasi Karhutla

Seluruh perusahaan anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ancaman Karhutla

GAPKI Minta Kaji Kopdes Kelola Pabrik CPO

GAPKI Minta Kaji Kopdes Kelola Pabrik CPO

Gapki meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum merealisasikan rencana pemberian izin kepada Koperasi Desa (Kopdes)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer