Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Ayam di Pasar Subuh Sampit Naik Jadi Rp45 Ribu per Kilogram

Yuni Pratiwi Iskandar

 


Advertisement

 

Aktivitas penjual daging ayam di Pasar Subuh Sampit, Sabtu (28/2).
Aktivitas penjual daging ayam di Pasar Subuh Sampit, Sabtu (28/2).

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harga daging ayam potong di Pasar Subuh Sampit kembali mengalami kenaikan pada Sabtu (28/2). Memasuki minggu kedua Ramadan, harga ayam bersih tanpa kepala dan kaki mencapai Rp45 ribu per kilogram, sedangkan ayam utuh dengan kepala dan kaki dijual Rp43 ribu per kilogram.

Advertisement

Ida, salah seorang penjual ayam di pasar tersebut, mengatakan kenaikan harga telah terjadi beberapa kali sejak awal Ramadan. Sehari sebelum kenaikan terbaru, harga ayam bersih masih Rp43 ribu per kilogram.

“Kemarin masih Rp43 ribu bersih tanpa kepala dan kaki, sekarang sudah Rp45 ribu per kilogram. Naik Rp2.000,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal puasa harga ayam potong sudah relatif tinggi, yakni berkisar antara Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda harga akan kembali turun, padahal harga normal biasanya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. 

Advertisement

“Tidak tahu penyebabnya apa, harganya naik terus. Kalau antarannya naik, ya naik. Kami hanya mengikuti harga pasaran saja,” katanya.

Ida juga mengaku belum dapat memprediksi pergerakan harga ayam menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga ayam biasanya kembali melonjak mendekati Lebaran.

“Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa sampai Rp50 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Kenaikan harga ini mulai dirasakan konsumen. Citra, salah seorang pembeli, mengaku terkejut dengan kenaikan harga ayam yang terjadi dalam waktu singkat.

“Baru kemarin beli ayam Rp43 ribu, sekarang sudah Rp45 ribu,” katanya.

Meski demikian, ia tetap membeli daging ayam untuk kebutuhan sehari-hari, meski jumlahnya terpaksa dikurangi saat harga tinggi.

“Mau bagaimana lagi, walaupun mahal tetap dibeli untuk lauk makan. Kalau harganya naik, paling beli satu kilo saja atau satu ekor, kadang beratnya sekitar 1,5 kilogram,” ujarnya.

Menurut Citra, saat harga ayam berada di kisaran normal Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, ia dapat membeli hingga dua kilogram untuk persediaan. Namun, dengan kondisi harga saat ini, ia harus menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan kemampuan rumah tangga.

Kenaikan harga ayam selama Ramadan ini membuat pedagang dan konsumen berharap harga dapat kembali stabil, meski tren menjelang Lebaran biasanya menunjukkan kecenderungan meningkat. (yn/yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Cabai Makin Pedas, Kenaikan Meluas di Ratusan Daerah di Indonesia

Harga Cabai Makin Pedas, Kenaikan Meluas di Ratusan Daerah di Indonesia

BPS mencatat harga cabai rawit dan cabai merah mengalami kenaikan di ratusan kabupaten/kota pada minggu ketiga September 2026

Musim Kemarau Picu Kenaikan Harga Sayur di Lamandau 

Musim Kemarau Picu Kenaikan Harga Sayur di Lamandau 

Harga berbagai komoditas hortikultura di Pasar Subuh, Pasar Induk Nanga Bulik, mengalami kenaikan signifikan. (

Harga BBM Naik, Jangan Asal Campur! Ini Bahaya Fatal Mencampur Pertalite dan Pertamax di Tangki Kendaraan

Harga BBM Naik, Jangan Asal Campur! Ini Bahaya Fatal Mencampur Pertalite dan Pertamax di Tangki Kendaraan

Mencampur Pertalite (RON 90) dengan Pertamax (RON 92) di dalam tangki kendaraan tidak disarankan dan tidak aman untuk kesehatan mesin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer