Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usaha Walet akan Ditata Lewat Pembentukan Asosiasi

Yuni Pratiwi Iskandar

 

Bangunan walet di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Bangunan walet di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.


Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Usaha sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai memiliki potensi besar, namun masih memerlukan penataan agar berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotim mendorong pembentukan asosiasi pembudidaya walet sebagai wadah bersama bagi para pelaku usaha.

Kepala Bapenda Kotim Ramadansyah mengatakan, selama ini para pembudidaya walet cenderung bergerak secara mandiri tanpa pendampingan terstruktur. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai persoalan di lapangan belum tertangani dengan baik, mulai dari aspek teknis budidaya hingga pemasaran hasil produksi.

Advertisement

“Kami melihat perlu ada satu wadah yang dapat menaungi para pembudidaya. Selama ini mereka berjalan sendiri-sendiri, tidak ada tempat bertanya dan tidak ada arah pembinaan yang jelas,” ujar Ramadansyah.

Ia menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotim untuk menindaklanjuti rencana pembentukan asosiasi tersebut. Menurutnya, peran asosiasi penting sebagai sarana edukasi dan konsultasi bagi pelaku usaha walet. 

Melalui wadah tersebut, pembudidaya diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh, mulai dari tahap awal pembangunan gedung walet, pengelolaan sarang, teknik panen yang benar, hingga menjaga kualitas produk agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Advertisement

“Harga sarang walet sangat ditentukan oleh kualitas. Jika dari awal sudah keliru, hasilnya juga tidak maksimal. Ini yang sering tidak dipahami karena tidak ada pendampingan,” jelasnya.

Ramadansyah mengungkapkan, tidak sedikit gedung walet yang telah berdiri namun gagal menghasilkan sarang. Bahkan, ada pembudidaya yang mengalami kerugian akibat kesalahan pemasangan peralatan atau penggunaan suara pemanggil walet yang tidak tepat.

“Banyak gedung akhirnya kosong. Mereka bingung harus bertanya kepada siapa. Ada juga yang dirugikan karena salah penanganan, tetapi tidak tahu harus mengadu ke mana,” ungkapnya.

Sebagai instansi pemungut pajak daerah, Bapenda menilai pembinaan usaha menjadi kunci agar kewajiban perpajakan dapat berjalan seiring dengan keberhasilan pelaku usaha. Komunikasi yang baik antara pemerintah dan pembudidaya, kata dia, akan menciptakan pemahaman bersama mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak.

“Jika ada asosiasi, komunikasi akan lebih mudah. Pembinaan berjalan, usaha berkembang, dan pada akhirnya kontribusi terhadap daerah juga meningkat,” katanya.

Melalui kerja sama dengan Kadin Kotim, Bapenda berharap asosiasi pembudidaya walet segera terbentuk dan menjadi wadah resmi bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi terkait perizinan, teknis budidaya, hingga pemasaran.

“Kami ingin usaha walet di Kotim tertata, pelakunya terlindungi, dan daerah juga mendapatkan manfaat secara berimbang,” tutupnya. (yn/yit)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis mampu mencapai target penyerapan gabah petani pada 2026.

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Paskibraka Kotawaringin Timur Study Tour ke Yogyakarta

Pj Sekda Kotim Umar Kaderi melepas peserta Study Tour Kebangsaan Paskibraka Tahun 2026 di Aula Anggrek Tewu Kantor Bupati Kotim, Jumat (19/6

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Penyaluran Minyakita di Kotim Bakal Dievaluasi. TPID Temukan Harga Tak Sesuai HET di Masyarakat

Persoalan harga Minyakita yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di di Kabupaten Kotawaringin Timur , bakal menjadi evaluasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer