Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah di Kotim Diminta Bangun Kemitraan Usaha

Yuni Pratiwi Iskandar
INTERAKSI: Wakil Bupati Kotim Irawati berinteraksi dengan siswa saat menghadiri kegiatan di salah satu sekolah di Sampit, beberapa waktu lalu.
INTERAKSI: Wakil Bupati Kotim Irawati berinteraksi dengan siswa saat menghadiri kegiatan di salah satu sekolah di Sampit, beberapa waktu lalu.

SAMPIT, Radarsampit.jawapos,com – Efisiensi anggaran pendidikan yang mencapai puluhan miliar rupiah di Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong sekolah untuk mencari alternatif dukungan pendanaan.


Advertisement

Wakil Bupati Irawati mengingatkan satuan pendidikan agar mulai menjalin kemitraan dengan perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR).

Menurut Irawati, kondisi keterbatasan anggaran tidak bisa dihadapi dengan sikap pasif. Sekolah perlu lebih terbuka membangun komunikasi dnegan pihak swasta, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat, agar berbagai kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi.

“Situasi efisiensi ini memang tidak mudah. Tapi sekolah tidak boleh berhenti bergerak. Justru ini saat nya membangun kolaborasi dengan perusahaan agar program pendidikan tetap berjalan,” ujarnya, belum lama ini.

Advertisement

Ia menjelaskan, pemanfaatan dana CSR tidak terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat diarahkan untuk menudkung peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Bantuan dapat berupa penyediaan fasilitas belajar, pengembangan kegiatan kewirausahaan siswa, hingga penimgkatan kompetensi guru.

Peluang kerja sama tersebut dinilai cukup terbuka, mengingat sejumlah perusahaan di Kotim memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sekolah dalam menyusun proposal yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan nyata.

Advertisement

“Sekolah harus mampu menawarkan program yang terarah dan berdampak langsung bagi siswa, sehingga perusahaan juga mwlihat manfaat nyata dari dukungan yang diberikan,” katanya.

Irawati juga mengingatkan agar setiap bantuan yang diterima dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Pemanfaatannya harus benar-benar menunjang peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar pembangunan tanpa p erencanaan jangka panjang.

Ia berharap kondisi efisiensi anggaran ini justru menjadi momentum lahirnya kreativitas dan terobosan baru di lingkungan pendidikan.

Dengan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha, ia optimistis kualitas pendidikan di Kotim dapat terus brekembang meski di tengah keterbatasan anggaran. (yn/fm) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabupaten Katingan Perlu Keberadaan Dinas Perpustakaan

Kabupaten Katingan Perlu Keberadaan Dinas Perpustakaan

Belum adanya perpustakaan sekolah terakreditasi di Kabupaten Katingan menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas literasi

Siswa di Lamandau Kembali ke Sekolah setelah Sebulan Pembelajaran Jarak Jauh

Siswa di Lamandau Kembali ke Sekolah setelah Sebulan Pembelajaran Jarak Jauh

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau kunjungi sekolah

Sejumlah Sekolah di Kotim Mulai Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah Sekolah di Kotim Mulai Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Meski demikian, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah dan mengacu pada Surat Edaran (SE) kepala daerah terkait

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer