Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PGPI Kotim Ingatkan Jemaat Gereja Jaga Keharmonisan Keluarga di Hari Raya Natal

H
Penulis: Heny Pusnita❯
NATAL: Pengurus PGPI Kotim, Admadi Sastra bersama istri saat merayakan Natal di kediaman mereka, Kamis (25/12/2025). FOTO: HENY/RADAR SAMPIT
NATAL: Pengurus PGPI Kotim, Admadi Sastra bersama istri saat merayakan Natal di kediaman mereka, Kamis (25/12/2025). FOTO: HENY/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pengurus Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kotawaringin Timur (Kotim) Admadi Sastra memaknai perayaan Natal 2025 sebagai momentum refleksi diri di lingkungan keluarga.


Advertisement

" Natal tahun ini mengandung makna bahwa keluarga adalah pondasi hidup yang harus kita jaga kerukunan dan keharmonisan," kata Admadi Sastra, Mantan Camat Tualan Hulu yang telah pensiun pada Oktober 2025 lalu.

Sejalan dengan tema besar Natal 2025, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Pesan ini menempatkan keluarga sebagai pondasi keselamatan. 

"Natal bukan hanya perayaan bagi umat Kristiani, tetapi juga mengandung makna Ilahi yang memberkati jemaat yang dimulai dari membangun rumah tangga kuat yang penuh kedamaian dan berdampak baik bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Advertisement

Admadi mengajak umat Kristiani mengintropeksi diri dalam setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama hidup.

"Terkadang kita berbuat kebaikan didasari atas maksud lain. Karena itu, kebaikan tidak boleh dijadikan topeng, tetapi kebaikan yang benar-benar tulus dan rendah hati dipancarkan kepada semua orang," ujarnya.

Ia juga menyoroti berbagai ancaman yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga, seperti ancaman narkoba dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), konflik internal yang menjauhkan keluarga dari kasih Tuhan.

Advertisement

"Masalah dalam rumah tangga ini menjadi akar dosa. Jika di dalam keluarga masih ada ego, maka sulit bagi kita menciptakan kenyamanan dalam berumah tangga. Natal tahun ini menjadi momen refleksi diri, memulihkan kehidupan keluarga agar penuh kasih, sukacita dan damai sejahtera,” pungkasnya. (hgn/fm)

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gingerbread Cookies, Kue Jahe yang Selalu Jadi Ikon Natal, Seperti Ini Asal Usulnya

Gingerbread Cookies, Kue Jahe yang Selalu Jadi Ikon Natal, Seperti Ini Asal Usulnya

Kue kering ini dibuat dari campuran tepung, jahe, kayu manis, pala, gula merah, madu hingga cengkih. Adonannya kemudian dibentuk

Diisi 326 Murid Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim gelar Open House,

Diisi 326 Murid Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim gelar Open House,

Hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi, bakal mengatasi, sehingga keluarga kurang mampu turut mendapatkan akses pendidikan berkualitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer