Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Modern Mendominasi, Pasar Rakyat Kalah Bersaing

Rado.
Penulis: Rado.❯
ilustrasi pasar modern/Jawa Pos
ilustrasi pasar modern/Jawa Pos

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menyebutkan ada beberapa ancaman yang muncul ketika pasar modern mendominasi dan pasar rakyat tidak dapat bersaing.


Advertisement

“Yang pertama ini mematikan warung-warung tradisional karena mengubah kebiasaan konsumen. Posisi yang berdekatan antara supermarket, hypermarket atau minimarket melalui keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan pasar rakyat di kota ini telah menyebabkan berpindahnya pembeli dari pasar rakyat ke pasar modern,” kata Dadang.

Kemudian kata dia, perputaran uang di daerah, awalnya sebagian uang tersebut merupakan kontribusi dari usaha kecil dan menengah (UKM), tetapi seiring dengan berkurangnya UKM di pasar rakyat akibat kalah bersaing dengan pasar modern otomatis akan mengecilkan peran mereka, sementara disisi lain, pasar modern tidak memberikan sumbangan secara signifikan pada perekonomian lokal karena pendapatan yang diperoleh dari pasar modern hanya berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pajak reklame.

Dengan hadirnya Perda Perlindungan Dan Pembinaan Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Swalayan. Dia berharap banyak bisa menyelesaikan beragam persoalan klasik yang sering terjadi.

Advertisement

Satu hal lagi soal implementasi peruntukan tata ruang, dimana lokasi pendirian entitas usaha harus sesuai dengan perencanaan lokasi sesuai tata ruang, sehingga tidak ada lagi entitas usaha modern bisa berdiri dimanapun seenaknya sendiri tanpa memperhatikan regulasi lain terkait pemanfaatan tata ruang.

“Perda-nya sudah disahkan, semoga bisa dilaksanakan secara konsisten oleh teman-teman di eksekutif dengan baik,” harapnya. (ang/fm)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemilu masih Lama, Gerindra mulai Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur

Pemilu masih Lama, Gerindra mulai Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur

Ketua DPD Partai Gerindra Kalteng Iwan Kurniawan, saat hadir di Sampit menginginkan target partainya bisa membidik kursi ketua DPRD Kotim

Wakil Rakyat Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Pelosok  di Kotim

Wakil Rakyat Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Pelosok di Kotim

Ketimpangan fasilitas pendidikan dan belum meratanya distribusi tenaga pendidik di pelosok masih menjadi persoalan yang harus dipecahkan

Sorotan DPRD: Capaian Usia Rata-Rata Wajib Belajar di Kotim Kurang 9 Tahun

Sorotan DPRD: Capaian Usia Rata-Rata Wajib Belajar di Kotim Kurang 9 Tahun

Capaian Usia Rata-Rata Wajib Belajar di Kotim Kurang 9 Tahun, dari data Badan Pusat Statistik yang disoroti Fraksi Golkar di DPRD Kotim

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer