Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang

Ria Mekar Anggreany
Hujan melanda Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dilihat dari kejauhan. (Dok. Usay Nor Rahmad / Radar Sampit)
Hujan melanda Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dilihat dari kejauhan. (Dok. Usay Nor Rahmad / Radar Sampit)

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau merilis perkiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Prakiraan berlaku pada 17–23 November 2025.


Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan bahwa secara global nilai Indeks Dipole Mode (DMI) tercatat negatif sebesar -1,57. Kondisi tersebut meningkatkan ketersediaan uap air dan mendukung pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

“Aktivitas Gelombang Kelvin teridentifikasi di sebagian wilayah Jawa, Laut Jawa, dan sebagian kecil Kalimantan Tengah. Sementara itu, Gelombang Ekuatorial Rossby yang aktif terpantau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Kedua fenomena ini diperkirakan memicu peningkatan perkembangan awan konvektif dalam beberapa hari ke depan,” ujar Hendikel.

Ia menambahkan, La Niña lemah juga menunjukkan peningkatan pasokan uap air dari Samudra Pasifik ke wilayah Indonesia. Anomali positif suhu muka laut di perairan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan turut memperkuat proses penguapan dan mendukung pembentukan awan hujan. 

Advertisement

“Di sisi lain, terpantau dua bibit siklon tropis, yakni 97S dan 98S, masing-masing berada di selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan selatan Pulau Jawa. Keberadaan kedua sistem ini memicu terbentuknya belokan angin serta daerah konvergensi di Laut Jawa dan sebagian Pulau Kalimantan, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif,” jelasnya.

Selain faktor-faktor global tersebut, dinamika atmosfer skala lokal yang labil serta tingginya kelembapan udara turut memperkuat potensi terjadinya hujan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada 17–20 November dan 21–23 November 2025 di beberapa wilayah adalah sebagai berikut, Kotawaringin Barat hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari. Lamandau hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari (17–20 November), dan siang hingga sore hari (21–23 November).

Advertisement

Sukamarah Hujan ringan pada siang hingga malam hari (17–20 November), dan hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari (21–23 November). Sedangkan Batangkawa hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari (17–20 November), dan siang hingga sore hari (21–23 November).

BPBD juga mengimbau kewaspadaan masyarakat terkait prakiraan tinggi gelombang di Laut Jawa yang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter. “Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi,” tandas Hendikel.

Bencana hidrometeorologi seperti hujan deras, angin kencang, tanah longsor, dan banjir masih berpotensi terjadi. (mex/yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Hotspot Kembali Muncul, Potensi Hujan di Kotim Justru Menurun

Titik panas atau hotspot kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berdasarkan pemantauan BMKG

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Waspada Petir dan Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis.

Kotim Masih dalam Masa Transisi, Hujan Mulai Turun, Tetap Waspada Ancaman Karhutla

Kotim Masih dalam Masa Transisi, Hujan Mulai Turun, Tetap Waspada Ancaman Karhutla

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini masih berada dalam masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer