Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Awan Gelap: Nelayan Diminta Tunda Melaut

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Peta analisis cuaca maritim. (BMKG)
Peta analisis cuaca maritim. (BMKG)

Radarsampti.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi dan awan gelap yang melanda sejumlah wilayah perairan di Indonesia dalam sepekan ke depan. Kondisi ini disebut berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.


Advertisement

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG yang diterima, gelombang setinggi 1,25 hingga 4 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan, termasuk Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan, hingga perairan utara Jawa bagian timur.

Selain itu, awan cumulonimbus terpantau cukup aktif di sejumlah titik, yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko keselamatan bagi kapal nelayan maupun kapal berukuran kecil.

“Kami imbau masyarakat pesisir dan nelayan agar menunda sementara aktivitas melaut, terutama di wilayah dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, dikutip dari rilis resminya, Selasa (11/11/20225).

Advertisement

BMKG juga meminta operator kapal penyeberangan dan pelayaran antarpulau untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat berubah cepat. Awan gelap yang menebal berpotensi memicu gelombang mendadak dan arus kuat, terutama pada sore hingga malam hari.

“Kapal dengan ukuran kecil dan sedang diimbau tidak memaksakan berlayar saat kondisi cuaca memburuk,” tulis BMKG dalam keterangan resmi.

Dalam peta analisis cuaca maritim, wilayah yang masuk kategori berisiko tinggi mencakup perairan Laut Natuna, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan Tengah, hingga perairan selatan Jawa dan Bali. Sementara kategori sedang hingga tinggi juga terpantau di perairan utara Papua dan Laut Maluku.

Advertisement

BMKG memperkirakan pola angin dominan dari barat daya-barat laut dengan kecepatan mencapai 20 hingga 35 knot, terutama di wilayah barat Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan peningkatan aktivitas gelombang Rossby yang memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah maritim Indonesia.

Masyarakat pesisir diminta untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Nelayan diimbau memastikan kondisi kapal dan alat keselamatan sebelum melaut, serta memperhatikan prakiraan tinggi gelombang harian.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan. Jangan remehkan peringatan dini, karena keselamatan di laut adalah yang utama,” tutup BMKG. (oes)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berangkat Saat Cuaca Cerah, Gelombang di Lokasi Hilangnya Virgo Transport 8 Capai 2,5 Meter

Berangkat Saat Cuaca Cerah, Gelombang di Lokasi Hilangnya Virgo Transport 8 Capai 2,5 Meter

Namun, situasi di lokasi pencarian kapal yang hilang kontak pada Minggu (13/9) berubah dengan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter.

Awal Agustus, Gelombang Laut Diprakirakan Naik di Jalur Pelayaran Kotim

Awal Agustus, Gelombang Laut Diprakirakan Naik di Jalur Pelayaran Kotim

Prakiraan tersebut berlaku hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diminta waspada

Jangan Terkecoh Cuaca Cerah, Gelombang Laut di Kalteng Bisa Tembus 2,5 Meter

Jangan Terkecoh Cuaca Cerah, Gelombang Laut di Kalteng Bisa Tembus 2,5 Meter

Meski cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan, angin yang bertiup cukup kencang menjadi salah satu faktor yang memicu gelombang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer