
NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau menemukan ratusan hektare lahan terbakar di areal eks konsesi PT Grace Putri Perdana. Saat meninjau lokasi tersebut, ia tidak menemukan warga yang berladang padi atau masyarakat adat yang membuka lahan untuk menanam padi. Sebaliknya, sebagian besar lahan yang ditinjau justru ditanami kelapa sawit. Izin PT Grace Putri Perdana dicabut Presiden karena kelalaian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Lamandau mempertanyakan pemanfaatan lahan konsesi yang semestinya dikelola sesuai peruntukan dan kewajiban lingkungan, tetapi justru banyak ditanami sawit.
Menurutnya, penyebab karhutla tidak boleh serta-merta dikaitkan dengan aktivitas petani ladang berpindah. Dugaan keterlibatan pemodal besar dan pembukaan lahan untuk perkebunan sawit juga perlu ditelusuri.
“Jangan hanya masyarakat petani ladang berpindah yang disalahkan. Faktanya, di lokasi ini terdapat lahan yang terbakar dan sebagian besar justru ditanami sawit. Ini harus dilihat secara objektif, termasuk kemungkinan adanya pemodal besar yang membuka lahan,” tegasnya.
Ia menegaskan, pencabutan izin eks konsesi PT Grace Putri Perdana harus menjadi peringatan bagi seluruh pemegang konsesi di Kabupaten Lamandau agar menjaga lingkungan dan mencegah karhutla.
“Pencabutan izin ini menjadi peringatan bagi seluruh pemegang konsesi. Setiap pemegang izin wajib menjaga arealnya, mencegah kebakaran, dan memastikan pemanfaatan lahan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah menemukan indikasi aktivitas sejumlah oknum pengusaha dan praktik jual beli lahan di areal eks konsesi tersebut.
“Kami menemukan indikasi aktivitas sejumlah oknum pengusaha dan praktik jual beli lahan di atas areal eks konsesi. Ini harus ditelusuri agar tidak terjadi penguasaan atau pemanfaatan lahan secara ilegal,” ujarnya.
Bupati meminta aparat dan instansi terkait mendalami status lahan, pihak yang menguasai areal, serta aktivitas pembukaan lahan dan penanaman sawit di kawasan tersebut. (mex/yit)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





