Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Kepung Desa Karang Mas, Warga Terluka

R
Karhutla di kawasan hutan Desa Karang Mas, Kecamatan Batangkawa, membuat hutan yang biasanya gelap di malam hari menjadi merah.  (ist)
Karhutla di kawasan hutan Desa Karang Mas, Kecamatan Batangkawa, membuat hutan yang biasanya gelap di malam hari menjadi merah.  (ist) 

Advertisement

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dipadamkan mulai mengancam warga Desa Karang Mas, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau. Selain diselimuti kabut asap, warga menghadapi risiko saat berupaya mencegah api merambat ke permukiman dan kebun. Seorang warga dilaporkan terluka akibat tertimpa kayu saat membantu memadamkan api.

Tenaga kesehatan yang bertugas di desa setempat membenarkan bahwa dirinya memberikan penanganan medis kepada warga tersebut pada malam hari. Karena kondisi korban cukup parah, korban kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Advertisement

“Benar, tadi malam ada warga yang terluka dan membutuhkan penanganan medis. Karena kondisinya cukup parah, saya hanya memberikan penanganan darurat. Pasien sudah dirujuk,” ujarnya.

Kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari terakhir itu menyulitkan warga karena lokasi api berada jauh di kawasan hutan dengan medan yang sulit dijangkau. Keterbatasan peralatan dan kemampuan pemadaman membuat warga kesulitan mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

Pada malam hari, kobaran api terlihat memerah di tengah kawasan hutan. Warga khawatir kebakaran semakin meluas, terutama karena sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dilalui kendaraan.

Advertisement

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau Hendikel mengakui keterbatasan personel dan sarana untuk menangani karhutla di wilayah pedalaman.

“Untuk menangani karhutla di sekitar kota saja kita masih kekurangan personel. Sehingga, untuk lokasi yang jauh, kita biasanya meminta bantuan perusahaan terdekat di sekitar lokasi,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan api. Mereka juga berharap pihak berwenang dapat mempertimbangkan operasi modifikasi cuaca jika memungkinkan.

Bagi warga Desa Karang Mas, hujan menjadi harapan untuk meredakan kebakaran sekaligus mengurangi ancaman terhadap permukiman, keselamatan warga, dan kualitas udara. Mereka berharap upaya pemadaman dapat menjangkau titik-titik kebakaran sebelum api semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (mex/yit)

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Lamandau Capai 366,32 Hektare

Karhutla Lamandau Capai 366,32 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau telah mencapai 366,32 hektare sepanjang 2026 hingga 11 Oktober.

Asap Karhutla Lumpuhkan Wisata Desa Riam Tinggi Kabupaten Lamandau, Lima Trip Wisatawan Dibatalkan

Asap Karhutla Lumpuhkan Wisata Desa Riam Tinggi Kabupaten Lamandau, Lima Trip Wisatawan Dibatalkan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau mulai berdampak pada sektor pariwisata, seperti di Riam Tinggi

ISPA di Lamandau Capai 495 Kasus

ISPA di Lamandau Capai 495 Kasus

Warga  Lamandau masih banyak yang beraktivitas di Bundaran Rusa saat malam hari, meski kabut asap cukup pekat. (Ria/Radar Sampit) 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer