Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Siap Habisi Penimbunan BBM

Ria Mekar Anggreany
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lamandau dalam dua hari terakhir.  (RIA/RADAR SAMPIT) 
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lamandau.  (RIA/RADAR SAMPIT) 

Advertisement

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kepolisian Resor (Polres) Lamandau akan menindak tegas pihak yang terbukti menimbun, mengetap secara berlebihan, atau melakukan kecurangan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM). Langkah tersebut dilakukan menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamandau, Kamis (13/8).

Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto mengatakan, kepolisian akan memperketat pengawasan untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Advertisement

“Kami pihak kepolisian akan menindak tegas apabila ditemukan adanya penimbunan, pengetapan, maupun permainan dalam distribusi BBM. Jangan sampai ada oknum yang sengaja mengambil keuntungan dengan menciptakan kelangkaan di tengah masyarakat,” tegas Eko saat dikonfirmasi wartawan seusai rapat di Aula Joglo Mapolres Lamandau, Kamis (13/8).

Menurut Eko, berdasarkan perhitungan kebutuhan daerah, pasokan BBM yang disalurkan ke SPBU di Kabupaten Lamandau sebenarnya masih mencukupi. Namun, kepanikan masyarakat atau panic buying turut memperparah antrean.

“Terkait kelangkaan BBM, sebenarnya stok penyaluran di SPBU wilayah Lamandau cukup. Namun, ada kepanikan masyarakat sehingga isu kelangkaan mengakibatkan antrean yang panjang. Sebenarnya, kalau kita tertib, antrean tidak akan separah ini,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, kebutuhan BBM di sejumlah SPBU se-Kabupaten Lamandau telah diperhitungkan. Karena itu, kepolisian akan meningkatkan pengawasan untuk memastikan BBM yang masuk benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Polres Lamandau akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM. Satgas tersebut bertugas mengawasi distribusi dan penyaluran BBM dari hulu hingga konsumen serta menertibkan praktik yang berpotensi menyebabkan kelangkaan.

“Kami sangat konsen terhadap persoalan ini. Kami akan mengawasi distribusi BBM dan menindak tegas para pengetap, pemain BBM ilegal, maupun pihak-pihak lain yang terbukti melakukan kecurangan,” katanya.

Pengawasan juga akan menyasar kendaraan yang melakukan pembelian BBM secara berulang dan tidak sesuai ketentuan. Kendaraan dari luar daerah yang tidak berizin atau tidak sesuai dengan data barcode pembelian resmi juga akan menjadi perhatian kepolisian.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis BBM di Lamandau Meluas. Distribusi Bakal Diawai Satgas

Krisis BBM di Lamandau Meluas. Distribusi Bakal Diawai Satgas

Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau, mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, yang akan membentuk satgas

BBM Langka di Lamandau, Warga Serbu SPBU hingga Antrean Mengular

BBM Langka di Lamandau, Warga Serbu SPBU hingga Antrean Mengular

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau memicu kepanikan warga. Senin (10/8/2026), antrean kendaraan mengular

Lamandau Krisis BBM, Bupati Ambil Diskresi Atasi Masalah Distribusi dan Harga     

Lamandau Krisis BBM, Bupati Ambil Diskresi Atasi Masalah Distribusi dan Harga    

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengambil langkah diskresi untuk mengatur distribusi dan harga bahan bakar minyak (BBM) di Lamandau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer