Distribusi BBM secara Terjadwal Jadi Solusi Bagi Petani


SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu keluhan masyarakat di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas pertanian. Kebutuhan BBM petani tetap terpenuhi melalui mekanisme distribusi khusus yang telah diatur pihak terkait.
Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah mengatakan, gejolak yang muncul pascakenaikan harga BBM lebih disebabkan keterlambatan informasi kepada masyarakat. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kebingungan, tetapi tidak berlangsung lama.
“Awalnya memang ada gejolak karena masyarakat kaget dengan kenaikan BBM. Mungkin sosialisasinya terlambat sehingga muncul keluhan dan sedikit keributan,” kata Wahyudah.
Menurutnya, kebutuhan BBM untuk sektor pertanian telah diantisipasi melalui jadwal pengisian yang ditetapkan oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Penyaluran BBM bagi petani dilakukan setiap Selasa dan Kamis.
“Yang memang membutuhkan BBM untuk pertanian diutamakan. Sudah ada jadwal dari pihak SPBU, sehingga petani tetap bisa mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Wahyudah menegaskan, selama distribusi BBM ke wilayah MHS berjalan lancar, aktivitas pertanian tidak akan terganggu. Hingga kini, pihak kecamatan belum menerima laporan adanya penurunan aktivitas pertanian akibat kenaikan harga BBM.
“Alhamdulillah sampai sekarang aman. Pertaniannya juga aman. Selama pasokan BBM lancar, sebenarnya tidak ada masalah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gejolak yang sempat terjadi mayoritas bukan berasal dari kalangan petani. Petani yang tergabung dalam kelompok tani tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa karena memperoleh akses BBM melalui sistem distribusi yang telah diatur.
“Yang sempat ribut itu kebanyakan bukan petani. Kalau petani sendiri masih bisa terlayani karena ada pengaturan distribusi BBM tersebut,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




