Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Distribusi BBM secara Terjadwal Jadi Solusi Bagi Petani

Yuni Pratiwi Iskandar
Ilustrasi para petani dan nelayan di wilayah selatan Kotim, yang masih berkutat dengan keterbatasan pasokan BBM resmi dari Pertamina.(Diolah dengan AI)
Ilustrasi para petani dan nelayan di wilayah selatan Kotim, yang masih berkutat dengan keterbatasan pasokan BBM resmi dari Pertamina.(Diolah dengan AI)

Advertisement

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu keluhan masyarakat di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas pertanian. Kebutuhan BBM petani tetap terpenuhi melalui mekanisme distribusi khusus yang telah diatur pihak terkait.

Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah mengatakan, gejolak yang muncul pascakenaikan harga BBM lebih disebabkan keterlambatan informasi kepada masyarakat. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kebingungan, tetapi tidak berlangsung lama.

Advertisement

“Awalnya memang ada gejolak karena masyarakat kaget dengan kenaikan BBM. Mungkin sosialisasinya terlambat sehingga muncul keluhan dan sedikit keributan,” kata Wahyudah.

Menurutnya, kebutuhan BBM untuk sektor pertanian telah diantisipasi melalui jadwal pengisian yang ditetapkan oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Penyaluran BBM bagi petani dilakukan setiap Selasa dan Kamis.

“Yang memang membutuhkan BBM untuk pertanian diutamakan. Sudah ada jadwal dari pihak SPBU, sehingga petani tetap bisa mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Advertisement

Wahyudah menegaskan, selama distribusi BBM ke wilayah MHS berjalan lancar, aktivitas pertanian tidak akan terganggu. Hingga kini, pihak kecamatan belum menerima laporan adanya penurunan aktivitas pertanian akibat kenaikan harga BBM.

“Alhamdulillah sampai sekarang aman. Pertaniannya juga aman. Selama pasokan BBM lancar, sebenarnya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, gejolak yang sempat terjadi mayoritas bukan berasal dari kalangan petani. Petani yang tergabung dalam kelompok tani tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa karena memperoleh akses BBM melalui sistem distribusi yang telah diatur.

“Yang sempat ribut itu kebanyakan bukan petani. Kalau petani sendiri masih bisa terlayani karena ada pengaturan distribusi BBM tersebut,” katanya.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Proyek Fisik di Kotim mulai Bergerak. Pelaksanaan Menyesuaikan Kenaikan Harga BBM dan Material

Proyek Fisik di Kotim mulai Bergerak. Pelaksanaan Menyesuaikan Kenaikan Harga BBM dan Material

Pekerjaan Proyek Pembangunan Fisik di Kotim mulai Bergerak di proses lelang. Pelaksanaan Menyesuaikan Kenaikan Harga BBM dan Material

Kenaikan Harga BBM Hambat Proyek Pembangunan di Kotim, Sejumlah Kegiatan Terancam Ditunda

Kenaikan Harga BBM Hambat Proyek Pembangunan di Kotim, Sejumlah Kegiatan Terancam Ditunda

sejumlah kegiatan pembangunan yang telah direncanakan sejak awal tahun kini masih dalam tahap evaluasi dan bahkan berpotensi ditunda.

Pembahasan APBD-P 2026 Kotim Ingin Dipercepat. Menyesuaikan Kenaikan Harga BBM

Pembahasan APBD-P 2026 Kotim Ingin Dipercepat. Menyesuaikan Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ingin mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer