Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang hingga 5 Oktober

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
Pesawat Cessna 208 Caravan yang menjalankan misi operasi modifikasi cuaca di Kotawaringin Barat, belum lama ini.  (ist)
Pesawat Cessna 208 Caravan yang menjalankan misi operasi modifikasi cuaca di Kotawaringin Barat, belum lama ini.  (ist)

Advertisement

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah hingga 5 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar).

Sebelumnya, operasi hujan buatan yang dilaksanakan tim gabungan tersebut dijadwalkan berakhir pada Rabu (30/9). Perpanjangan dilakukan setelah mempertimbangkan dinamika cuaca dan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Kalteng.

Advertisement

Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ni Kadek Trisna Dewi, membenarkan perpanjangan masa operasi tersebut. Menurutnya, keputusan itu merupakan hasil pembahasan bersama dengan pihak terkait dan masih terus dievaluasi.

"Untuk OMC saat ini resmi diperpanjang sampai tanggal 5 Oktober, dan sejauh ini masih terus menjadi bahan evaluasi serta diskusi bersama dengan pihak-pihak terkait," ujar Ni Kadek Trisna Dewi saat dikonfirmasi, Rabu (30/9).

Pemantauan dilakukan terhadap pergerakan massa udara dan ketersediaan awan konvektif di wilayah Kalteng. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan penyemaian bahan semai agar berjalan efektif.

Advertisement

Dalam operasi regional tersebut, Stasiun BMKG Iskandar Kobar menjadi salah satu pusat kendali dan pemantauan cuaca. Posko tersebut memantau radar serta pergerakan awan di wilayah Kobar dan sekitarnya.

"BMKG Iskandar bertindak langsung sebagai Posko OMC untuk memantau radar serta pergerakan awan di wilayah Kobar dan sekitarnya," imbuh Kadek.

Secara teknis, OMC dilakukan dengan menyemai bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) ke dalam awan potensial, seperti Cumulus. Penyemaian bertujuan mempercepat proses kondensasi sehingga hujan dapat turun lebih awal dan lebih deras di wilayah yang membutuhkan.

Pelaksanaan OMC bergantung pada kondisi atmosfer yang dipantau secara real-time. Tim meteorologi memastikan kondisi kelembapan udara, kecepatan angin, dan faktor cuaca lainnya memenuhi syarat sebelum pesawat penyemai diterbangkan.

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kunjungan Prabowo ke Kalteng Picu Harapan, Warga Sampit Minta Hujan Buatan

Kunjungan Prabowo ke Kalteng Picu Harapan, Warga Sampit Minta Hujan Buatan

Prabowo Subianto ke Kalteng untuk melihat langsung penanganan Karhutla memunculkan harapan masyarakat minta hujan buatan

Hujan Jadi Harapan Redam Karhutla, OMC Kotim Berlangsung hingga 17 Agustus

Hujan Jadi Harapan Redam Karhutla, OMC Kotim Berlangsung hingga 17 Agustus

Satgas Karhutla Kotim kini mengandalkan salah satu upaya tambahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung hingga 17 Agustus

Kemarau Makin Panjang, Kotim 'Kejar Awan' untuk Hujan Buatan

Kemarau Makin Panjang, Kotim 'Kejar Awan' untuk Hujan Buatan

Penyemaian bahan semai menggunakan pesawat dilakukan dengan membidik awan yang dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer