Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diserang Piton, Warga Kumai Dilarikan ke RSUD

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯

 

Mahdi terluka akibat serangan ular jenis phiton di Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Mahdi terluka akibat serangan ular jenis phiton di Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seorang warga Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diserang ular piton berukuran besar, Jumat (2/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban bernama Mahdi (37) harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan medis.


Advertisement

Akibat serangan tersebut, Mahdi mengalami luka sobek pada kaki kanan dan harus mendapatkan sejumlah jahitan. Ular piton dengan panjang sekitar lima meter itu diduga menyerang dari bawah rumah panggung saat kondisi air Sungai Kumai sedang pasang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban berjalan kaki melewati sebuah gang kecil di tepi Sungai Kumai. Tiba-tiba, kepala ular besar muncul dan langsung menyambar kaki korban hingga menyebabkan luka serius.

Korban sempat melakukan perlawanan hingga berhasil melepaskan diri dari gigitan ular. Setelah itu, Mahdi menjauh dari lokasi kejadian dengan kondisi kaki mengalami pendarahan hebat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. 

Advertisement

Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada komunitas Pecinta Reptil Kobar. Tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian terhadap ular piton tersebut.

Ular akhirnya ditemukan berada di bawah lantai ulin rumah warga. Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena ukuran ular yang besar. Bahkan, ular tersebut sempat melilit tangan salah seorang anggota tim saat proses penyelamatan. Namun, berkat pengalaman petugas, ular berhasil diamankan dengan selamat.

Anggota Pecinta Reptil Kobar, Muhammad Ikhsan, mengatakan kemunculan ular tersebut diduga akibat gangguan habitat dan kondisi kelaparan.

Advertisement

“Karena lapar dan habitatnya terganggu, ular menjadi agresif saat ada warga yang melintas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya laporan warga yang melihat ular lain dengan ukuran lebih besar di sekitar permukiman. Oleh karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat air sungai pasang karena ular cenderung mencari tempat yang lebih kering.

Ular piton yang berhasil dievakuasi selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak khusus dan akan diserahkan kepada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, untuk dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

“Kami mengimbau warga tetap waspada karena masih ada laporan keberadaan ular lain di sekitar rumah penduduk,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Piton Lebih dari 1 Meter Muncul di Taman Palangka Raya, Damkar Imbau Warga Jangan Menangkap Sendiri

Piton Lebih dari 1 Meter Muncul di Taman Palangka Raya, Damkar Imbau Warga Jangan Menangkap Sendiri

Seekor ular piton sepanjang lebih dari satu meter muncul di taman Jalan Lambung Mangkurat, Palangka Raya, Kamis (15/10/2026) malam

Geger Tengah Malam! Piton 4 Meter Muncul di Samping Rumah Warga Palangka Raya

Geger Tengah Malam! Piton 4 Meter Muncul di Samping Rumah Warga Palangka Raya

Seekor ular piton sepanjang sekitar empat meter ditemukan di samping rumah warga di Jalan Kapur Naga I Nomor 33, Palangka Raya

Pagi-Pagi, Ular Piton Masuk Kandang Ayam Warga di Palangka Raya

Pagi-Pagi, Ular Piton Masuk Kandang Ayam Warga di Palangka Raya

Suasana pagi di Jalan Batu Suli VA, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, mendadak dibuat waswas dengan kemunculan seekor ular piton

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer