Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

43 Dapur SPPG 3T Telah Dibangun di Gunung Mas

Arham Said
Penulis: Arham Said❯
PEMERIKSAAN: Dapur SPPG Kemala Polda Kalimantan Tengah menjalani uji sampel makanan dan uji kesehatan lingkungan, Senin (13/10).
PEMERIKSAAN: Dapur SPPG Kemala Polda Kalimantan Tengah menjalani uji sampel makanan dan uji kesehatan lingkungan, Senin (13/10).

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terluar, dan Terdalam (3T) guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Advertisement

Satgas tersebut bertugas memfasilitasi penyediaan lahan, melakukan koordinasi lintas daerah, pendataan lokasi, pemantauan kualitas gizi, serta memastikan efektivitas program di lapangan. Selain itu, satgas juga mengantisipasi berbagai kendala, seperti potensi keracunan pangan dan permasalahan logistik.

Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing mengatakan, hingga saat ini satgas telah mulai bekerja dan membangun 43 dapur SPPG 3T yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Satgas yang dibentuk sudah mulai bekerja dan telah membangun 43 dapur SPPG 3T yang tersebar di seluruh kecamatan,” ujarnya, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, Kabupaten Gunung Mas membutuhkan total 92 dapur SPPG 3T untuk mendukung pelaksanaan Program MBG yang menjangkau hampir seluruh desa. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan 49 dapur yang perlu dibangun. 

Advertisement

“Kekurangan tersebut akan segera kami laporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan adanya satgas ini, kami berharap Program MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran, khususnya di wilayah terpencil,” katanya.

Menurut Efrensia, pembangunan dapur SPPG 3T harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain jarak dapur ke lokasi penerima manfaat tidak lebih dari enam kilometer, waktu distribusi maksimal 30 menit, serta jumlah sasaran MBG kurang dari 1.000 porsi.

“Program SPPG 3T menyasar peserta didik tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat, serta kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan ibu hamil,” jelasnya.

Advertisement

Ia juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi SPPG 3T untuk mulai menyiapkan bahan baku menu MBG. Menurutnya, hal tersebut merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan dengan mengoptimalkan sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan lokal.

“Pemerintah kabupaten juga akan memberikan dukungan berupa penyediaan lahan serta edukasi intensif kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Efrensia menambahkan bahwa pengelolaan MBG di wilayah 3T akan diserahkan kepada pihak ketiga atau masyarakat yang membangun dapur SPPG dengan biaya sendiri. Selanjutnya, biaya tersebut akan diganti oleh BGN dalam bentuk uang sewa selama empat tahun. (arm/yit)

 

Advertisement
Editor : Heru Prayitno
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

59 Desa Gelar Pilkades Serentak 2027, Bupati Gumas Ingatkan Jaga Persatuan

59 Desa Gelar Pilkades Serentak 2027, Bupati Gumas Ingatkan Jaga Persatuan

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kini bersiap menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II tahun 2027

12 Bunda PAUD Kecamatan Dikukuhkan, Kualitas Pendidikan Anak di Gumas Digenjot

12 Bunda PAUD Kecamatan Dikukuhkan, Kualitas Pendidikan Anak di Gumas Digenjot

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menyaksikan pengukuhan 12 Bunda PAUD kecamatan dilakukan Bunda PAUD Gumas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong

Jaya Samaya Monong Tantang Pemuda Gumas Berani Memimpin dan Melayani

Jaya Samaya Monong Tantang Pemuda Gumas Berani Memimpin dan Melayani

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengajak generasi muda menjadi sosok yang berani memimpin sekaligus bersedia melayani

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer