Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Infrastruktur dan Layanan Publik Harus Jadi Prioritas APBD 2026

Arham Said
Penulis: Arham Said❯
Anggota DPRD Kabupaten Gumas Herbert Y Asin (tiga dari kanan) ketika menghadiri rapat paripurna DPRD setempat, belum lama ini.
Anggota DPRD Kabupaten Gumas Herbert Y Asin (tiga dari kanan) ketika menghadiri rapat paripurna DPRD setempat, belum lama ini.

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) meminta pemerintah daerah menjadikan perbaikan infrastruktur serta peningkatan fasilitas pelayanan publik sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.


Advertisement

Anggota DPRD Kabupaten Gumas, Herbert Y Asin, mengatakan perbaikan infrastruktur harus difokuskan pada pekerjaan yang bersifat mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat, terutama infrastruktur kritis.

“Dalam perbaikan infrastruktur, kami meminta Dinas Pekerjaan Umum memprioritaskan pekerjaan yang mendesak dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, khususnya perbaikan infrastruktur kritis,” ujarnya, Senin (22/12).

Menurut Herbert, infrastruktur kritis tersebut meliputi jembatan putus, tambal sulam jalan dalam kota, serta perbaikan jalan di Kecamatan Kurun, khususnya ruas Kelurahan Kuala Kurun menuju Desa Pilang Munduk. 

Advertisement

Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur dapat dioptimalkan dengan mengintensifkan penggunaan alat berat milik pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan-jalan utama.

Selain infrastruktur, DPRD juga menyoroti sektor kesehatan. Herbert menyebutkan masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), terutama mengenai kekurangan dan keterlambatan distribusi obat.

“Ketersediaan obat di unit pelayanan kesehatan tidak boleh kosong, karena hal tersebut berpengaruh langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Advertisement

DPRD juga mendukung percepatan peningkatan status puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk percepatan pembinaan teknis dan administrasi, guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.

“Kami berharap pemerintah daerah menyiapkan skema pendanaan untuk kasus-kasus kesehatan tertentu yang tidak ditanggung BPJS, agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, DPRD meminta ruang kelas yang mengalami kerusakan berat dan membahayakan keselamatan peserta didik menjadi prioritas penanganan dalam APBD 2026.

Sementara itu, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah agar terus meningkatkan kinerja dengan melakukan penajaman prioritas serta pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan.

“Dengan keterbatasan anggaran tahun 2026, dana yang ada harus dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan optimal demi kepentingan masyarakat. Setiap uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan,” tegasnya. (arm/yit)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polres Gunung Mas Sita 4,26 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp3,1 Juta

Polres Gunung Mas Sita 4,26 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp3,1 Juta

Satuan Reserse Narkoba Polres Gunung Mas mengamankan seorang pria berinisial K (40) di rumahnya di Jalan Damang Sawang, Kecamatan Kurun

Dorong Pemuda Jadi Pelopor dan Penggerak Pembangunan Daerah

Dorong Pemuda Jadi Pelopor dan Penggerak Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus mendorong generasi muda agar berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Sejumlah Pejabat Utama Polres Gunung Mas Berganti

Sejumlah Pejabat Utama Polres Gunung Mas Berganti

– Sejumlah pejabat utama di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) mengalami pergantian jabatan. Serah terima jabatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer