Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Koloni Tawon Vespa Ancam Pemilik Rumah

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 6 Maret 2026 | 04:00 WIB

Sarang tawon setelah dievakuasi dan dimusnahkan
Sarang tawon setelah dievakuasi dan dimusnahkan

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Keberadaan sarang koloni tawon vespa berukuran besar di bawah atap teras  sebuah rumah di Jalan Kalimantan, Gang Beringin, Kota Palangka Raya , membuat penghuninya terancam.  

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya, meluncur ke lokasi itu setelah mendapatkan pengaduan, Rabu (4/3) malam.

Jabatan Fungsional Aparatur Sipil Negara (Jafung) Analisis Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, setelah menerima laporan warga, tim rescue Damkar langsung melakukan survei ke lokasi pada siang hari guna memastikan kondisi di lapangan.

“Pemilik rumah sehari-hari berdagang di pasar. Saat itu beliau mendapat laporan dari anak-anak tetangga bahwa di bawah atap teras rumahnya ada sarang tawon vespa. Bahkan sempat dilempar oleh anak-anak,” ujarnya, Kamis (5/3).

Setelah dicek, diketahui sarang tawon vespa tersebut memiliki ukuran diameter sekitar 35 sentimeter dan berada tepat di bawah atap teras rumah warga. Penanganan tidak bisa dilakukan secara langsung pada siang hari. Selain mempertimbangkan faktor keamanan, akses menuju lokasi juga menjadi kendala tersendiri bagi petugas.

Sucipto menjelaskan, lokasi rumah warga tersebut berada di kawasan yang cukup jauh dari jalan utama sehingga tim harus menyusuri jembatan kayu untuk mencapai lokasi.

“Lokasinya lumayan jauh dan harus melewati jembatan kayu. Kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke area tersebut, sehingga tim hanya bisa menggunakan sepeda motor roda dua,” paparnya.

Akhirnya tim memutuskan evakuasi sarang tawon dilakukan pada malam hari. Selain lebih aman bagi petugas, evakuasi malam hari juga dinilai lebih efektif karena tawon vespa cenderung berada di sarang saat malam hari sehingga lebih mudah dikendalikan.

“Demi keamanan warga dan petugas, akhirnya diputuskan evakuasi dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa dan salat magrib,” terang Sucipto.

Saat evakuasi, petugas menggunakan perlengkapan pelindung khusus untuk menghindari sengatan tawon yang dikenal memiliki tingkat agresivitas cukup tinggi.

Proses penanganan berlangsung sekitar satu jam. Dengan teknik khusus, petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon tersebut tanpa menimbulkan insiden maupun korban.

Sucipto mengimbau masyarakat agar tidak mencoba mengevakuasi sarang tawon secara mandiri, terutama jika ukurannya sudah besar dan berada di dekat permukiman.Tindakan yang tidak tepat justru berisiko memancing agresivitas tawon vespa yang dapat menyerang secara berkelompok.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#tawon vespa #tim rescue damkar palangka raya #evakuasi #koloni tawon