Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duduki Portal PT SMG, Warga Menginap dan Dirikan Tenda

Ria Mekar Anggreany
Warga yang masih memblokade jalan perusahaan dan mendirikan tenda untuk menginap, Jumat (6/11).(ist)
Warga yang masih memblokade jalan perusahaan dan mendirikan tenda untuk menginap, Jumat (6/11).(ist)

Advertisement

NANGA BULIK,radarsampit.jawapos.com-Aksi blokade di pintu masuk PT Sumber Mahardika Graha (SMG) masih berlanjut hingga hari kedua, Jumat (6/11). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lamandau tetap bertahan menduduki portal perusahaan. Hal itu menyusul gagalnya mediasi tuntutan kebun plasma 20 persen di Kantor Bupati Lamandau.

Pantauan di lapangan kemarin, massa belum menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan lokasi. Mereka mendirikan sejumlah tenda di sekitar portal, bahkan melakukan aktivitas memasak dan makan bersama di lokasi aksi. Jalan utama keluar masuk perusahaan juga masih ditutup oleh massa.

Akibat blokade tersebut, aktivitas operasional perusahaan ikut terganggu. Sejumlah kendaraan angkutan, termasuk truk pengangkut crude palm oil (CPO), tidak dapat melintas .

Advertisement

Ketua aksi, H Abidin Noor, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya akan terus bertahan dan melanjutkan aksi hingga tuntutan masyarakat dipenuhi oleh perusahaan.

"Kami akan tetap melakukan aksi sampai permintaan masyarakat dikabulkan. Kami tidak akan berhenti sebelum ada penyelesaian yang jelas terkait tuntutan plasma 20 persen," ujarnya.

Aksi pendudukan ini merupakan buntut dari tidak tercapainya kesepakatan dalam mediasi antara perwakilan masyarakat, pemerintah daerah dan pihak perusahaan di Kantor Bupati Lamandau, Rabu (4/11) lalu.

Dalam mediasi tersebut, perusahaan menyampaikan telah merealisasikan kebun plasma seluas 1.991 hektare dari total kewajiban 2.540 hektare. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan 549 hektare yang ditawarkan untuk dibangun secara bertahap mulai 2027 hingga 2030, dengan syarat lahan disiapkan pemerintah daerah.

Namun, tawaran tersebut ditolak pihak masyarakat. Mereka menginginkan kepastian realisasi kebun plasma tanpa harus menunggu hingga beberapa tahun ke depan.

Warga menilai persoalan ini sudah terlalu lama berlarut-larut. Mereka mengacu pada kesepakatan yang tertuang dalam notulen rapat 4 Februari 2014, yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya direalisasikan.

Mereka memastikan aksi blokade akan terus berlangsung sampai ada keputusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat.(mex/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Portal Dibongkar Oknum Pengguna Jalan, Kendaraan Besar Nekat Melintas Jembatan Patah Kapten Mulyono

Portal Dibongkar Oknum Pengguna Jalan, Kendaraan Besar Nekat Melintas Jembatan Patah Kapten Mulyono

Ia menilai tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, kondisi jembatan belum dinyatakan layak dilalui

Portal Akses Kebun Sawit di Cempaga Dirusak Kelompok Misterius

Portal Akses Kebun Sawit di Cempaga Dirusak Kelompok Misterius

Sebuah portal besi milik Koperasi Pamalian Bauntung di areal PT WYKI, Desa Patai, Cempaga, Kotim, dilaporkan mengalami pengrusakan

Portal Dipasang, Kebun Disandera! PT LMS Dipaksa Bayar Rp57 Juta, Operasional Lumpuh Total

Portal Dipasang, Kebun Disandera! PT LMS Dipaksa Bayar Rp57 Juta, Operasional Lumpuh Total

Aroma dugaan pemerasan mencuat dari kawasan perkebunan PT Langgeng Makmur Sejahtera (LMS) di Kecamatan Antang Kalang, Kotim

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer