Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bertugas di Lapangan, Wartawan Diimbau Pakai Masker N95

D
Pengurus PWI Kalteng ketika membagikan bantuan logistik untuk relawan pemadaman karhutla, beberapa waktu lalu. (istimewa)
Pengurus PWI Kalteng ketika membagikan bantuan logistik untuk relawan pemadaman karhutla, beberapa waktu lalu. (istimewa)

Advertisement

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Ancaman kabut asap juga mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah menerbitkan imbauan perlindungan kesehatan bagi anggotanya yang bertugas di lapangan. Terutama ketika melakukan peliputan di lokasi karhutla dan dampaknya.

Ketua PWI Kalteng M Zainal mengatakan, kondisi kabut asap dalam beberapa pekan terakhir semakin mengkhawatirkan. Kualitas udara yang memburuk dinilai membahayakan kesehatan masyarakat, termasuk wartawan yang harus bekerja di luar ruangan.

“Kondisi yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir bisa dikatakan Kalteng dalam kondisi darurat. Sebab, semakin hari kondisi kabut asap dan kualitas udara semakin memburuk dan sangat membahayakan kesehatan warga. Ini yang mendasari kami mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggota PWI di Kalteng,” tuturnya.

Advertisement

Melalui surat yang ditandatangani ketua dan sekretaris PWI Kalteng pada Kamis (15/10), anggota biasa maupun anggota muda diminta menggunakan masker standar N95 saat menjalankan tugas jurnalistik di luar ruangan. Jika tidak tersedia, mereka diimbau menggunakan masker medis rangkap dua untuk mengurangi paparan partikel asap.

PWI juga mengingatkan anggotanya menjaga kondisi fisik dengan mencukupi kebutuhan air mineral, makan teratur, beristirahat ketika kelelahan, dan mengonsumsi vitamin. Kebersihan tangan sebelum makan dan minum turut ditekankan untuk menghindari masuknya debu yang menempel di tangan ke dalam tubuh.

Advertisement

Zainal meminta wartawan yang mengalami pusing atau sesak napas saat bertugas segera memanfaatkan fasilitas Rumah Oksigen yang tersedia di sejumlah wilayah Kalteng.

“Persoalan ini bukan hanya menyangkut kebakaran hutan, tetapi juga keselamatan, hingga risiko kesehatan bagi mereka yang tetap harus bekerja di tengah kepungan asap karhutla,” pungkasnya.(daq/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menkes Minta Masyarakat Jangan Anggap Remeh Partikel Halus Karhutla. Anjurkan Pakai Masker Standar

Menkes Minta Masyarakat Jangan Anggap Remeh Partikel Halus Karhutla. Anjurkan Pakai Masker Standar

Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta Masyarakat di Kalimantan Tengah tak Anggap Remeh Partikel Halus Karhutla. Anjurkan Pakai Masker Standar

Hamenang Wajar Ismoyo: Pernah Jadi Wartawan Televisi, Kini Bupati Klaten yang Kena OTT KPK

Hamenang Wajar Ismoyo: Pernah Jadi Wartawan Televisi, Kini Bupati Klaten yang Kena OTT KPK

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Simak profil perjalanan karier Hamenang hingga terjerat kasu

PWI Kalteng Dukung Proses Hukum Laporan Pemerasan Berkedok Wartawan

PWI Kalteng Dukung Proses Hukum Laporan Pemerasan Berkedok Wartawan

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengecam dugaan pemerasan yang menyeret oknum yang mengaku sebagai wartawan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer