Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ular Kobra Panjang 3 Meter Nyelonong ke Dapur

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Tim ERP saat melakukan penanganan seekor King Cobra (Ophiophagus hannah) panjang sekitar tiga meter, yang  menyelinap masuk ke dapur rumah warga di Jalan Dulin Kandang, Palangka Raya
Tim ERP saat melakukan penanganan seekor King Cobra (Ophiophagus hannah) panjang sekitar tiga meter, yang menyelinap masuk ke dapur rumah warga di Jalan Dulin Kandang, Palangka Raya

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Teror ular berbisa kembali menghantui kawasan permukiman yang berbatasan dengan hutan. Seekor ular jenis King Cobra (Ophiophagus hannah) berukuran raksasa dengan panjang sekitar tiga meter menyelinap masuk ke dapur rumah warga di Jalan Dulin Kandang, Kota Palangka Raya, Selasa (30/12/2025).


Advertisement

Kejadian tersebut nyaris membahayakan penghuni rumah sebelum akhirnya berhasil ditangani Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP). Proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Tim ERP harus berjibaku selama kurang lebih 20 menit karena kondisi dapur yang dipenuhi perabot dan ruang gerak yang sangat terbatas.

Meski sempat menebar teror, apa yang dilakukan tim tetap mengedepankan prinsip konservasi. King Cobra tidak dieksekusi, melainkan diamankan untuk dipindahkan ke habitat alaminya yang jauh dari pemukiman warga.

Langkah ini diambil karena ular Kobra dianggap peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan. Terutama sebagai pengendali populasi ular lain di alam liar.

Advertisement

Dikatakan Ketua Divisi Penyelamatan Jiwa Manusia ERP Muhammad Noor Islami, proses evakuasi dilakukan cepat dan terukur meski di ruang sempit. “Proses penyelamatan berjalan aman dan cepat. Tim kami berhasil mengevakuasi ular tanpa ada insiden,” ujar Noor Islami, yang akrab disapa Ammy.

Menurutnya, ular berbisa tersebut bisa masuk ke rumah, diduga karena lokasi rumah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.“Kemungkinan besar ular masuk dari belakang rumah. Lingkungan di belakang masih hutan yang merambat,” jelas Ammy.

Evakuasi dilakukan sesuai prosedur standar penanganan reptil berbahaya, dengan menggunakan alat khusus agar ular dapat diamankan tanpa membahayakan warga maupun petugas.Tim ERP juga mengimbau siapa saja warga yang tinggal di sekitar hutan agar meningkatkan kewaspadaan.

Advertisement

“Kami menyarankan pintu dan jendela rumah selalu tertutup serta lingkungan sekitar dijaga tetap bersih dari tumpukan barang atau sampah yang bisa menjadi tempat persembunyian ular,” imbuh Ammy.

Pihaknya pun selalu siap menerima laporan warga jika menemukan ular atau hewan berbahaya lain di pemukiman. Tujuannya agar evakuasi bisa dilakukan dengan aman dan warga merasa tenang.(daq/gus)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SDN 8 Palangka Raih Predikat Terbaik I Pengutamaan Bahasa Negara 2026

SDN 8 Palangka Raih Predikat Terbaik I Pengutamaan Bahasa Negara 2026

SD Negeri 8 Palangka berhasil meraih juara pertama kategori lembaga satuan pendidikan dalam Program Pembinaan Pengutamaan Bahasa Negara 2028

Kemenkum Kalteng Perkuat Wawasan Kebijakan Energi Terbarukan

Kemenkum Kalteng Perkuat Wawasan Kebijakan Energi Terbarukan

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang dipimpin Kepala LAN RI Muhammad Taufiq melaksanakan studi ke Tiongkok.  

Patroli Dini Hari, Polisi Pantau Lahan Rawan Kebakaran di Palangka Raya

Patroli Dini Hari, Polisi Pantau Lahan Rawan Kebakaran di Palangka Raya

Polresta Palangka Raya mengintensifkan patroli di sejumlah kawasan rawan kebakaran pada Kamis (29/10/2026) dini hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer