Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Ular Piton Teror Warga di Palangka Raya saat Akhir Pekan

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya menangkap seekor Ular Piton di salah satu kediaman warga di sebuah kos-kosan di Jalan Bukit Raya XIII, Sabtu (29/11)
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya menangkap seekor Ular Piton di salah satu kediaman warga di sebuah kos-kosan di Jalan Bukit Raya XIII, Sabtu (29/11)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya kembali dibuat sibuk akhir pekan tadi. Kehadiran binatang melata di rumah warga kembali membuat kepanikan. Pada Sabtu (29/11) malam dan Minggu (30/11)  siang, dua ekor ular piton masuk ke pemukiman warga di lokasi berbeda.


Advertisement

Lokasi pertama, di Jalan Bukit Raya XIII seekor Ular Piton sepanjang 2 meter masuk kamar kecil sebuah rumah kos. Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, tim  harus berjibaku menangkap ular itu, lantaran sebagian tubuh ular masuk ke pipa paralon saluran pembuangan air yang menuju area belakang rumah, yang dipenuhi semak.

Setelah tarik-menarik cukup melelahkan, ular berdiameter sekitar 1,5 inci itu akhirnya berhasil dievakuasi, dimasukkan ke dalam karung, untuk dilepasliarkan ke kawasan yang aman dan jauh dari permukiman warga.

Kemudian Minggu (30/11) siang, di  salah satu rumah warga di Jalan Talenta, G.Obos, seekor Ular Piton sepanjang  3 meter lebar 4 inci ditemukan bertengger di rak gelas dan piring. Peristiwa ini diketahui saat penghuni rumah hendak ke kamar kecil dan melihat ular itu berdiam di rak dapur. Bagian perutnya tampak membesar, diduga setelah memangsa tikus.

Advertisement

“Kondisi piton yang tampak kekenyangan memudahkan proses evakuasi. Tim yang tiba di lokasi langsung mengamankan ular tersebut untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari rumah warga,” papar Sucipto.

Pihaknya pun menghimbau kepada warga agar selalu waspada dengan kehadiran hewan liar, terutama di wilayah yang dekat semak-semak atau saluran air.

“Peningkatan aktivitas ular biasanya terjadi saat curah hujan tinggi dan hewan-hewan untuk mangsanya mulai masuk ke area pemukiman,” pungkas Sucipto. (daq/gus)

Advertisement

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Produksi Tuak di Palangka Raya Disorot, Tujuh Instansi Turun Tangan

Produksi Tuak di Palangka Raya Disorot, Tujuh Instansi Turun Tangan

Polresta Palangka Raya melakukan penertiban terhadap lokasi produksi minuman beralkohol tradisional jenis tuak

Polisi Sisir Titik Rawan Karhutla, Pastikan Palangka Raya Bebas Api

Polisi Sisir Titik Rawan Karhutla, Pastikan Palangka Raya Bebas Api

Polresta Palangka Raya mengerahkan dua regu personel untuk menyisir sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Polisi Sita 10 Paket Sabu, Pria di Palangka Raya Terancam Penjara Seumur Hidup

Polisi Sita 10 Paket Sabu, Pria di Palangka Raya Terancam Penjara Seumur Hidup

Aparat Satresnarkoba Polresta Palangka Raya menangkap seorang pria berinisial Hermawan alias Hery terkait dugaan peredaran narkotika

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer