radarsampit.jawapos-"Rest in Peace" (RIP). Pecinta musik tanah air kembali kehilangan salah satu ikonnya. Legenda musik rock Indonesia Ecky Lamoh dengan nama asli Alexander Theodore, telah meninggal dunia dalam usia 64 tahun, Minggu (30/11).
Kabar duka pun menyelimuti para musisi rock tanah air, terutama yang se zaman dengan sang vokalis rock itu, di era 80-90an.
Berita duka itu disampaikan oleh akun Instagram Edane, @edane_official dengan foto berlatarbelakang hitam. Edane mengungkapkan, Ecky meninggal dunia di Yogyakarta pada Minggu, (30/11).
“Selamat Jalan Kawan kami Eki Lamoh. Yogyakarta, Minggu 30 November 2025. Detak jantung berhenti jam 2'11, Dinyatakan meninggal oleh Dokter jam 2'15 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Sardjito Yogyakarta. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka RS Panti Rapih, Yogyakarta,” tulis Instagram Edane.
Sontak, kabar ini mendapat tanggapan dari beragam pelaku musik Indonesia. Salah satunya dari mantan produser musik Rock Indonesia Log Zhelebour, melalui akun youtubenya. "Innalillahi Waina Ilaihi Rojiun, pada hari ini, telah berpulang sahabat kita, saudara kita Ecky Lamoh, yang meurpakan penyanyi grup Elpamas, Edane dan sebagai Solois. Saya perkenalkan pada tahun 86 pada puncak tur Godbless The Java tahun 1986 di Ancol. Semoga saudara kita bisa diterima di sisi Allah Subhanahu Wataala, semoga Khusnul Khotimah," ungkapnya.
Ecky dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami komplikasi yang dideritanya.Sosok legenda ini sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit.
Bahkan, gitaris Edane, Eet Sjahranie, sempat menjenguk Ecky di rumah sakit. Dirinya turut membagikan potret sekaligus pesan pada unggahannya.
“Berkesempatan menjenguk kawan lama, Eki Lamoh yang sedang mengalami sakit serius. Tawakal brotha...” tulis Eet Sjahranie pada akun Instagramnya, @eetsjahranie, sekitar 7 hari yang lalu.
“Mohon do'a dari kawan-kawan semua untuk kesembuhan dan yang terbaik dari Allah SWT untuk beliau, aamiin,” lanjut Eet Sjahranie.
Pada foto tersebut, tampak Ecky sudah terkulai lemas dengan alat bantu pernapasan di rumah sakit. Sahabat karibnya, Eet tampak memegang dengan tegar tangan Ecky.
Mengenai perjalanan karirnya di music rock, Ecky memperlihatkan bakatnya yang luar biasa kepada publik melalui jalur musik Rock yang ia tekuni diam – diam sejak usia 9 tahun. Kala itu, ada beberapa grup musik asal Inggris seperti Deep Purple dan Led Zeppelin sangat mempengaruhi pembentukan Ecky.
Pada tahun 1984, Ecky yang sudah bermain band kesana kemari selalu mencari tempat untuk meledakkan pengendapan bakat musiknya. Pertengahan tahun 1984 Ecky membentuk band dengan teman – teman di daerah kelahirannya yaitu Jakarta. Hingga awal tahun 1986, ia mendirikan band bernama AERO.
Di pertengahan 1986 Ecky bergabung dengan Elpamas, grup asal Pandaan (Jawa Timur) hingga 1988. Di tahun yang sama Ecky juga bergabung bersama Ecky Soekarno musisi legendaris di dalam Kharisma Indonesia yang juga mempertemukan Ekcy dengan Eet Sjahranie, kemudian mereka menghasilkan satu album yang diberi nama EDANE dengan Hitsnya seperti lagu Ikuti dan The beast. Bersama EDANE, yang juga adalah pelopor Hard Rock and Roll Indonesia itu, hanya bertahan satu album.
Di tahun 1994 Eki membuat album dengan ELPAMAS dengan Judul BOSS (Rock and roll). Dalam album itu pula, salah satu lagu blues berbahasa inggris pertama di Indonesia yang terdata di Yayasan Karya Cipta Indonesia ( YKCI ) dan dikemas di dalam bentuk pita kaset berjudul MELANCHOLY BLUES Ciptaan Ecky Lamoh dan Elisabeth Milbradt.
Selain itu, masih banyak kisah-kisah perjalanan karir bermusik sang legenda. Baik itu ketika berkolaborasi dengan musisi-musisi ternama tanah air lainnya.
Salah satu penampilan terbaru Ecky Lamoh di panggung blantika music Indonesia, yakni ketika konser 51 Tahun Kerajaan Cinta Ahmad Dhani pada 28 Mei 2023 lalu di Istora Senayan Jakarta. Ia membawakan lagu Dewa 19 berjudul 'Cukup Siti Nurbaya' dan sontak mendapatkan banyak respon positif dari pecinta musik Indonesia.(int/gs)
Editor : Agus Jaka Purnama