
KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada petani di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Dinas Pertanian Gumas tetap berupaya memberikan pelayanan optimal meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah.
“Dengan efisiensi anggaran ini, kami tetap berusaha memberikan layanan yang optimal untuk aktivitas pertanian. Efisiensi tidak boleh memangkas pelayanan pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni, Selasa (25/8).
Aryantoni mengatakan, sebelumnya Bupati Gumas telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk tetap mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di tengah kebijakan penganggaran yang berlaku.
Menurut dia, optimalisasi pelayanan tidak semata-mata bergantung pada anggaran yang tersedia dalam APBD. Dinas Pertanian juga berupaya memanfaatkan berbagai peluang program dan dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah lebih agresif memanfaatkan sumber pendanaan dan program pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya.
Sejumlah program yang menjadi peluang strategis untuk memperkuat sektor pertanian antara lain program Huma Betang Pemprov Kalteng, gerakan penambahan luas tanam (LTT) dan peningkatan luas panen, program pertanian modern, serta berbagai program kementerian yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.
“Program itu penting karena dapat menjadi salah satu solusi di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Dengan mengoptimalkan intervensi pemerintah pusat dan provinsi, dukungan terhadap petani diharapkan tetap berjalan tanpa membebani APBD,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah bantuan berupa sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian (alsintan) telah direalisasikan dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, baik petani maupun pelaku pengolahan hasil pertanian.
“Secara kualitatif, permintaan pelayanan kepada petani dirasa bertambah dalam dua tahun terakhir,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





