Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Menikmati Panen Buah Jambu Air Red Taiwan di Pekarangan Rumah

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 17 November 2025 | 06:00 WIB
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah bersama Notaris Joni SH, ketika memanen buah Jambu Air Red Taiwan, yang ditanam di pekarangan rumah, Minggu (16/11) pagi.
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah bersama Notaris Joni SH, ketika memanen buah Jambu Air Red Taiwan, yang ditanam di pekarangan rumah, Minggu (16/11) pagi.

Ditanam dari Stek Daun, Berbuah Tak Mengenal Musim

Tanaman Jambu air Red Taiwan tumbuh subur di pekarangan rumah salah satu Notaris kenamaan di Kotim yakni Joni SH, di bilangan Jalan Soeprapto Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Saat panen, buahnya terasa manis dan berwarna merah menyala.

 



Direktur Radar Sampit Siti Fauziah menyempatkan diri berkunjung ke rumah Joni, tepat saat panen Jambu air Red Taiwan, langsung dari pohonnya, Minggu (16/11) pagi.

Pohon jambu yang tumbuh di dekat pagar rumah itu terbilang spesial bukan berasal dari bibit biasa. Joni memanam jambu air Red Taiwan dari stek daun, bukan biji maupun okulasi. Metode ini membuat kualitas buah tetap stabil.

“Bibitnya dari daun yang dibawa dari Taiwan. Karena stek daun, tidak ada penyerbukan silang. Kemerahan dan tingkat kemanisannya tetap sama seperti induknya,” ungkap Joni.

Dijelaskannya, jika ditanam dari biji, sifat genetik bisa berubah akibat penyerbukan silang oleh serangga. Namun, pada stek daun, perubahan itu tidak terjadi sehingga karakter buah tetap terjaga.

Keunggulan lain jambu Red Taiwan ini adalah ukurannya. Satu tangkai bisa mencapai hampir 4 kilogram. Sementara satu buah memiliki bobot lebih dari 3 ons. Agar hasilnya seragam, Joni melakukan teknik proning.

“Kalau diproning, buahnya besar-besar dan ukurannya merata. Kalau tidak, ada yang besar, ada yang kecil,” tambah Joni.

Diketahui, teknik "proning" yang dimaksud adalah pemangkasan. Bertujuan untuk membentuk struktur pohon jambu agar tumbuh sehat, produktif, dan memudahkan pemanenan. Teknik ini meliputi; memangkas cabang yang tidak produktif atau terlalu rapat, membuang tunas-tunas air dan cabang yang menyentuh tanah, serta "pinch" atau membuang ujung tunas yang baru tumbuh untuk mendorong pertumbuhan lebih banyak cabang dan buah.

Joni mengungkapkan, pohon jambu tersebut telah ditanam sekitar empat tahun dan mulai produktif dalam dua tahun terakhir. Tanaman ini pun tidak mengenal musim. Dalam satu waktu, pohon dapat menunjukkan bunga, pentil, hingga buah siap panen secara bersamaan. “Tidak ada istilah berhenti. Berbuah terus,” cetusnya.

Perawatannya pun tidak rumit. Ia hanya memberikan pemupukan ionisasi secara berkala. Selain Red Taiwan, Joni juga menanam jambu air Green Giant, lengkeng, serta beberapa jenis tanaman buah lainnya.

Diungkapkannya pula, ide menanam jambu Red Taiwan dari stek daun berawal dari tantangan seorang teman dari Universitas Malaysia Sarawak. Joni kemudian meminta keponakannya yang bekerja di Taiwan untuk mengirim beberapa lembar daun. “Saya pesan hanya lima lembar. Yang berhasil tumbuh hanya dua. Tapi hasilnya memuaskan,” bebernya.

Sementara itu, Siti Fauziah, mengaku terkesan dengan kualitas buah jambu itu ketika turut memetik dan menikmatinya.

“Saya senang diajak panen. Buahnya manis sekali. Luar biasa, jambu air Red Taiwan hasil stek daun ini. Menyala merahnya, berat dan segar,” ungkapnya, sembari tersenyum kagum.

Ia mengakui, teknik stek daun yang dilakukan Joni jarang ditemui pada tanaman jambu air di daerah. Karena itu, hasil yang didapat dinilai sangat Istimewa.

Sebagai informasi, tanaman jambu air Red Taiwan adalah jenis jambu air unggul yang berasal dari Taiwan. Dikenal dengan buahnya yang berwarna merah cerah, manis, dan renyah. Tanaman ini mudah tumbuh, cepat berbuah (bahkan dalam pot), dan cenderung memiliki tinggi sekitar 1-2 meter. Perawatannya mudah dan dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga tinggi, membutuhkan sinar matahari penuh, air, serta pemupukan yang cukup.

Buah ini juga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan berkat seratnya. Selain itu berguna untuk menjaga hidrasi dengan kandungan airnya yang tinggi, serta meningkatkan kekebalan tubuh karena kaya vitamin C. Selain itu, buah ini juga diklaim berpotensi membantu mengontrol gula darah dan tekanan darah tinggi berkat kandungan antioksidan dan mineral kalium yang tinggi.(*/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#siti fauziah #pekarangan rumah #Notaris #Jambu Air #Kotawaringin Timur (Kotim) #sampit #stek daun