Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mengenal Istilah Gen Z, Y, X, hingga Baby Boomer

Sabrianoor • Jumat, 25 Oktober 2024 | 15:06 WIB
Klasifikasi generasi berdasarkan digitalisasi.
Klasifikasi generasi berdasarkan digitalisasi.

Radarsampit.jawapos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kerap terdengar istilah Gen X, Y hingga Gen Z.

Meski tak terlalu paham artinya dan asal usulnya namun nyatanya istilah tersebut sudah diterima dan digunakan masyarakat pada umumnya.

Memperhatikan pekembangannya dalam masyarakat, Istilah ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang kian pesat dan cepat berkembang.

Seperti kita ketahui, kebanyakan orang sedang demam gadget.

Usut punya usut, ternyata istilah ini berasal dari William H Frey dalam artikel ilmiahnya yang berjudul Analysis of Census Bureau Population Estimates (2020) dan berkembang menjadi pengklasifikasian generasi, bahkan istilahnya digunakan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia.

Ada 6 istilah yang digunakan untuk mengelompokkan tiap generasi yaitu  Post Generasi Z (Post Gen Z), Generasi Z (Gen Z), Milenial, Generasi X (Gen X), Baby Boomer, dan Pre-Boomer.

Post Gen Z adalah generasi yang lahir pada 2013 dan seterusnya. Adapun Gen Z, merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012.

Mereka sekarang  berusia 8-23 tahun. Sedangkan  Milenial  yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun).

Selanjutnya  Gen X  adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun).

Kemudian, Baby Boomer, yaitu generasi yang saat ini berusia 56-74 tahun (lahir 1946-1964).

Namun, sangat memungkinkan akan adanya perbedaan di setiap wilayah atau negara atas pengklasifikasian rentang tahun pada masing-masing generasi.

Salah satu yang menjadi pertimbangan dalam hal ini adalah perkembangan teknologi di setiap negara atau wilayah yang tidak sama, yang akan berpengaruh terhadap pola hidup, mindset, pengalaman, psikologi, dan lain sebagainya pada setiap generasi.

Dihimpun dari berbagai sumber setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Misalnya, Baby Boomers, umumnya manusia pada generasi  ini tumbuh seusai peperangan, dimana karakteristik utamanya adalah memegang prinsip dan adat istiadat, sehingga dikenal konservatif alias mempertahankan kebiasaan atau dengan kata lain “kolot” atau “kampungan”.

Semua pekerjaan dan kompetensinya dikuasai melalui proses yang panjang dan dianggap sebagai suatu “sumber kekuatan” atau  “source of power” dan hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk membuat generasi ini merubah kebiasaannya seperti halnya yang dilakukan oleh generasi di bawahnya.

Sedangkan Generasi Milenial merupakan sebuah generasi yang hidup di zaman yang sedang berubah dari konvensional menjadi modern.

Generasi ini cukup beruntung karena masih cukup kental merasakan budaya dan di saat bertumbuh dewasa mereka mulai menggunakan teknologi.

Generasi ini  merupakan generasi yang mempunyai  intelegensi digital yang tinggi dan senang berkolaborasi melalui media sosial dan internet.

Tentu saja kesenjangan ini tidak boleh diacuhkan karena bagaimanapun masa depan adalah milik Generasi Milenial.

Untuk Gen Z sendiri memiliki warna sebagai  generasi sosial pertama yang tumbuh dengan akses ke Internet dan teknologi digital portabel sejak usia muda.

Gen Z, meskipun belum melek digital, telah dijuluki "digital native" atau orang-orang yang tumbuh bersamaan dengan reformasi digital.

Generasi ini bisa dibilang memiliki ketergantungan tinggi akan dunia digital, bahkan tradisi-tradisi yang ada dari generasi sebelumnya bisa terputus di generasi ini, jika generasi sebelumnya kurang memperhatikan. (sbn/ign)

Referensi: Zoomer, Wikipedia, BPS

Editor : Gunawan.
#Gen Z #Gen Y #gen X #baby boomer