Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Rencana Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kotim

H
Penulis: Heny Pusnita❯
Tim BPKP saat melakukan monitoring dan evaluasi pembelajaran sekolah rakyat, serta meninjau lokasi rencana pembangunan gedung sekolah rakyat terintegrasi di Sampit, baru-baru tadi.
Tim BPKP saat melakukan monitoring dan evaluasi pembelajaran sekolah rakyat, serta meninjau lokasi rencana pembangunan gedung sekolah rakyat terintegrasi di Sampit, baru-baru tadi.

Di Lahan 6,82 Hektare, Perlu Dana Ratusan Miliar


Advertisement

Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimulai pada 2026. Lokasinya bakal terintegrasi dalam satu kawasan. Fasilitas lengkap. Termasuk asrama murid dan hunian untuk para guru.

________________

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 merujuk pada salah satu dari 55 unit Sekolah Rakyat yang ditargetkan beroperasi di seluruh Indonesia. Fasilitas ini bagian dari program nasional pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

Advertisement

"Sudah disediakan  lahan seluas 6,82 Hektare. Lokasinya di Jalan Wengga Metropolitan tepat di belakang bangunan rusunawa. Rencananya akan mulai dibangun tahun 2026," ujar Kepala Dinas Sosial Kotim , Hawianan, Kamis (27/11).

Pembangunan sekolah rakyat ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekejaan Umum. Sementara pemerintah daerah diminta menyediakan lahan dan memantau pelaksanannya.

Dipaparkan Hawianan, berdasarkan site plan, lahan yang disediakan Pemkab Kotim seluas 68.200 meter persegi. Luas dasar bangunan 18.552 meter persegi, luas total bangunan 27.474 meter persegi dan luas area tebuka seluas 34.408 meter persegi.

Advertisement

Menurutnya, Bangunan SRT 55 Kotim nantinya akan dilengkapi dengan 2 bangunan rumah susun untuk hunian guru. Kemudian ruang kelas 1-6 SD dua lantai. Disediakan pula asrama putri SD, asrama putra SD, kantin SD, ruang kelas 7-9 dua lantai, asrama putra SMP, asrama putri SMP, kantin SMP, ruang kelas 10-12 dua lantai, asrama putra SMA, asrama putri SMA dan kantin SMA.

Selain itu, adapula fasilitas gedung ibadah, kitchen lab dan dapur. Bakal dibangun pula dua bangunan guest house, catu daya, masjid, gedung serba guna, lapangan upacara, hingga lapangan sepak bola.

Sementara itu, terkait besaran anggaran untuk pembangunan fasilitas itu,Hawianan mengungkapkan pihaknya masih belum mengetahui persis berapa besaran anggarannya. Namun, dipastikannya site plan bangunan SR sudah dibuat.

"Terkait besaran anggarannya kami belum mengetahui. Ada informasi,  untuk tahap awal dananya Rp 300 Miliar. Namun, angka itu belum bisa saya pastikan," tukasnya.

Terpisah, diungkapkan pula oleh Kepala SRT 55 Kotim Nikkon Bhastari,  bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah melakukan peninjauan dan evaluasi ke lapangan pada 17-20 November 2025 lalu.

Kedatangan Tim BPKP untuk melihat pelaksanaan SRT 55 Kotim. Termasuk pengecekkan aset yang sekarang masih menggunakan bangunan di Kawasan Islamic Center. Tim BPKP juga mengecek ruang kantor, asrama, sekolah, ruang makan dan juga lokasi lahan yang akan dibangun SRT.

"Selama empat hari mereka datang. Tiga harinya itu tim BPKP melakukan  wawancara dengan kepala sekolah, guru, tenaga pendidik,  hingga peserta didik. Mereka menanyakan manajemen SR, pengelolaan makanan, rutinitas peserta didik sehari-hari, proses pembelajaran dan juga mengecek kebenaran kondisi rumah peserta didik," pungkas Nikkon. (*/gus)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kontrak Kerja Tenaga Kesehatan SRT 1 Kotim Habis, Pemkab Siapkan Dokter Kunjung

Kontrak Kerja Tenaga Kesehatan SRT 1 Kotim Habis, Pemkab Siapkan Dokter Kunjung

Sebagai solusi awal, Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengusulkan layanan dokter kunjung dari puskesmas terdekat agar kebutuhan pemeriksaan

Pembangunan Sekolah Rakyat Kotim Capai 53 Persen

Pembangunan Sekolah Rakyat Kotim Capai 53 Persen

Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan hibah seluas 6,7 hektare. Kawasan tersebut nantinya dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pendidikan

Perhatian Pemerintah untuk SDN 1 Batu Belaman, Agar Murid Tak Lagi Lesehan saat Belajar

Perhatian Pemerintah untuk SDN 1 Batu Belaman, Agar Murid Tak Lagi Lesehan saat Belajar

Murid SDN 1 Batu Belaman, di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terpaksa lesehan saat belajar di kelas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer