31.8 C
Sampit
Tuesday, September 26, 2023

Menikmati Duduk di Belakang Kemudi, Bisa Ganti Ban Sendiri

Ella Hayani, Sopir Truk Fuso yang Menyedot Perhatian 

Tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya, Ella Hayani (32) memilih bertahan hidup dengan menjadi sopir truk fuso di Pertamina. Pekerjaan yang biasanya dilakukan para pria itu dilakoninya untuk menghidupi keluarga.

SYAMSUDIN, Pangkalan Bun

Tangan Ella Hayani terlihat cekatan mengendalikan truk berukuran jumbo. Hari-hari perempuan asal Purwakarta ini dihabiskan pada urusan kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut.

Kepada Radar Sampit, Ella mengatakan, tak pernah bermimpi akan menjadi sopir truk fuso. Akan tetapi, dia justru merasa lebih nyaman bekerja sebagai sopir truk tersebut dibanding pekerjaannya sebelumnya. Ella lebih betah duduk berjam-jam di belakang kemudi.

Ella mengaku tak canggung lagi meski harus melaju di jalanan beraspal hingga medan licin dan berbukit. Setiap hari dia harus melintasi rute perjalanan dari depo pengisian BBM ke lokasi perusahaan dengan waktu rata-rata 7-8 jam.

Baca Juga :  Si Jali Tetap Semangat Demi Lestarikan Budaya

Pekerjaaannya itu menuntutnya berangkat pagi dan pulang larut malam. Bahkan, dia terkadang baru bisa pulang keesokan harinya. Ella mengaku menikmati ritme kerjanya itu karena suka dan hobi.

Apabila dia menemui hambatan di jalan, seperti jalan yang rusak atau ada masalah pada truknya, Ella harus bisa belajar mengatasinya sendiri. Dia kini sudah bisa mengganti ban di jalan, mengganti oli, dan lainnya.

”Kalau mengganti ban sudah biasa sendiri, karena saya taka ada kenek di samping saya. Pokoknya sendiri. Sama saja seperti yang dilakukan driver lainnya yang laki-laki,” katanya.

Sebelum memutuskan menjadi sopir truk, Ella yang merantau bersama saudaranya sejak 2005 ini pernah beberapa kali menggeluti berbagai profesi dan pekerjaan. Mulai dari menjahit dan membuat topi pada perusahaan konveksi di Jawa, admin di perusahaan kayu di Lamandau, juru masak, hingga pernah menjadi sopir pribadi.

Baca Juga :  Balapan Liar di Palangka Raya masih Marak

Kini dia mengaku lebih menikmati bekerja sebagai sopir. Dari pekerjaannya itu pula dia mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membahagiakan kedua buah hatinya.

Mengenai suaminya, Ella enggan bercerita. Namun, dia mengaku sedang pisah. Meski disibukkan dengan pekerjaannya, Ella selalu menyempatkan bertemu dengan dua anaknya.

”Anak yang pertama di Pondok (Pesantren), anak kedua kalau ditinggal kerja ikut keluarga. Kadang ikut bapaknya,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, Ella mengaku lebih sering bergaul dengan laki-laki.
Sebagai perempuan, ia tak berkecil hati dan telah membuktikan mampu bertahan menjadi sopir truk fuso bertahun-tahun lamanya. (***/ign)

Ella Hayani, Sopir Truk Fuso yang Menyedot Perhatian 

Tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya, Ella Hayani (32) memilih bertahan hidup dengan menjadi sopir truk fuso di Pertamina. Pekerjaan yang biasanya dilakukan para pria itu dilakoninya untuk menghidupi keluarga.

SYAMSUDIN, Pangkalan Bun

Tangan Ella Hayani terlihat cekatan mengendalikan truk berukuran jumbo. Hari-hari perempuan asal Purwakarta ini dihabiskan pada urusan kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut.

Kepada Radar Sampit, Ella mengatakan, tak pernah bermimpi akan menjadi sopir truk fuso. Akan tetapi, dia justru merasa lebih nyaman bekerja sebagai sopir truk tersebut dibanding pekerjaannya sebelumnya. Ella lebih betah duduk berjam-jam di belakang kemudi.

Ella mengaku tak canggung lagi meski harus melaju di jalanan beraspal hingga medan licin dan berbukit. Setiap hari dia harus melintasi rute perjalanan dari depo pengisian BBM ke lokasi perusahaan dengan waktu rata-rata 7-8 jam.

Baca Juga :  Begini Cara Masak ala Chef Kurangi Garam, tapi Tetap Enak

Pekerjaaannya itu menuntutnya berangkat pagi dan pulang larut malam. Bahkan, dia terkadang baru bisa pulang keesokan harinya. Ella mengaku menikmati ritme kerjanya itu karena suka dan hobi.

Apabila dia menemui hambatan di jalan, seperti jalan yang rusak atau ada masalah pada truknya, Ella harus bisa belajar mengatasinya sendiri. Dia kini sudah bisa mengganti ban di jalan, mengganti oli, dan lainnya.

”Kalau mengganti ban sudah biasa sendiri, karena saya taka ada kenek di samping saya. Pokoknya sendiri. Sama saja seperti yang dilakukan driver lainnya yang laki-laki,” katanya.

Sebelum memutuskan menjadi sopir truk, Ella yang merantau bersama saudaranya sejak 2005 ini pernah beberapa kali menggeluti berbagai profesi dan pekerjaan. Mulai dari menjahit dan membuat topi pada perusahaan konveksi di Jawa, admin di perusahaan kayu di Lamandau, juru masak, hingga pernah menjadi sopir pribadi.

Baca Juga :  Pastikan Sopir Transportir Bebas Narkoba

Kini dia mengaku lebih menikmati bekerja sebagai sopir. Dari pekerjaannya itu pula dia mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membahagiakan kedua buah hatinya.

Mengenai suaminya, Ella enggan bercerita. Namun, dia mengaku sedang pisah. Meski disibukkan dengan pekerjaannya, Ella selalu menyempatkan bertemu dengan dua anaknya.

”Anak yang pertama di Pondok (Pesantren), anak kedua kalau ditinggal kerja ikut keluarga. Kadang ikut bapaknya,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, Ella mengaku lebih sering bergaul dengan laki-laki.
Sebagai perempuan, ia tak berkecil hati dan telah membuktikan mampu bertahan menjadi sopir truk fuso bertahun-tahun lamanya. (***/ign)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

Sejumlah Pejabat ASN Pemkot Dilantik

Kawal Hak Pilih Pemilu di Gumas

/