SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Musim layangan memang menyenangkan bagi sebagian orang, tapi bisa jadi petaka bagi pengendara motor.
Benang layangan, terutama yang menggunakan gelasan atau benang tajam, kerap membentang di jalan dan membahayakan pengendara.
Sudah banyak kejadian pengendara motor terluka di bagian leher hingga wajah akibat benang layangan. Nah, agar kamu tidak menjadi korban berikutnya, simak beberapa tips berikut ini:
1. Pasang Pelindung Leher (Neck Guard)
Alat sederhana seperti pelindung leher dari bahan karet atau mika bisa dipasang di stang motor. Fungsinya untuk menahan benang sebelum mengenai tubuh. Banyak dijual secara online dengan harga terjangkau.
2. Gunakan Jaket Tebal dan Sarung Tangan
Jaket berbahan tebal dan sarung tangan bisa jadi pelindung tambahan. Setidaknya, bagian tangan dan dada tidak langsung tersayat benang jika terjadi insiden.
3. Hindari Jalanan Sempit dan Permukiman Saat Musim Layangan
Sebisa mungkin, hindari rute yang melewati permukiman padat atau jalan sempit karena biasanya di situlah anak-anak bermain layangan dan benangnya melintang di jalan.
4. Gunakan Helm Full Face
Helm model ini memberi perlindungan ekstra di bagian wajah dan leher. Kalau hanya pakai helm half face, risiko luka di area wajah lebih tinggi.
5. Perlambat Laju Kendaraan di Area Rawan
Jika kamu harus melewati kawasan yang rawan, kurangi kecepatan. Ini penting agar kamu bisa mengantisipasi jika tiba-tiba ada benang di depan.
6. Waspadai Waktu Bermain Layangan
Biasanya, anak-anak main layangan di sore hari. Jadi, di waktu tersebut, sebaiknya lebih waspada jika melintas di jalanan terbuka atau gang permukiman.
7. Laporkan Jika Menemukan Benang Membentang
Kalau kamu melihat benang layangan masih membentang di jalan umum, segera laporkan ke RT, RW, atau aparat setempat agar segera ditertibkan. Jangan dianggap sepele!
Jangan Anggap Sepele!
Benang layangan mungkin tampak tipis, tapi jika mengenai tubuh dalam kecepatan tinggi, bisa berakibat fatal.
Apalagi jika benang dilapisi serbuk kaca (gelasan). Jadi, jangan tunda untuk melindungi diri dan keluarga saat berkendara, terutama di musim layangan. (*)
Editor : Slamet Harmoko