SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Sukamara mematangkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memastikan pembangunan daerah berjalan terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) 2 tentang penyusunan revisi RTRW bersama tim penyusun dari PT Sisarti Baksya Asasta.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sukamara, Yofi Yudistira, mengatakan RTRW memiliki peran strategis dalam menentukan arah pemanfaatan ruang dan pengembangan wilayah. Dokumen tersebut menjadi pedoman pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan sekaligus acuan bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memanfaatkan ruang secara tertib dan bertanggung jawab.
“Dinamika pembangunan dan meningkatnya kebutuhan ruang menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari pertumbuhan kawasan permukiman, pengembangan infrastruktur, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga perlindungan kawasan lindung dan kelestarian lingkungan,” kata Yofi saat membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyusunan revisi RTRW harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik wilayah, daya dukung lingkungan, risiko bencana, kebutuhan investasi, serta kepentingan masyarakat.
“Pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui FGD tersebut, Yofi berharap seluruh peserta aktif memberikan masukan, saran, dan rekomendasi konstruktif. Sinergi antara perangkat daerah, instansi terkait, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting agar dokumen revisi RTRW sesuai dengan kebutuhan serta arah pembangunan Kabupaten Sukamara.
Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dan keterbukaan selama proses penyusunan hingga pelaksanaan kebijakan penataan ruang.
Yofi berharap kegiatan tersebut berjalan lancar sehingga RTRW Kabupaten Sukamara dapat segera ditetapkan dan dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno