SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Sukamara mendorong penggalian sejarah dan filosofi baju adat daerah untuk memperkuat identitas budaya serta melestarikan warisan leluhur agar tetap dikenal generasi mendatang.
Ketua DKD Sukamara Suyetno mengatakan, pakaian adat bukan sekadar busana, melainkan cerminan peradaban, simbol identitas, serta rekam jejak sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.
“Setiap motif, warna, hingga cara pemakaian baju adat memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan filosofi hidup, kearifan lokal, dan jati diri masyarakat Sukamara,” kata Suyetno.
Menurutnya, DKD memiliki tanggung jawab untuk menggali, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan seni serta budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui seminar untuk menyatukan pemikiran, menggali referensi sejarah, serta menyepakati standardisasi keabsahan dan keindahan baju adat daerah.
“Seminar merupakan salah satu langkah strategis untuk menyatukan pemikiran, menggali referensi sejarah, serta menyepakati standardisasi keabsahan dan keindahan baju adat daerah kita agar tetap lestari dan diakui oleh generasi mendatang,” ujarnya.
DKD Sukamara berharap seminar tersebut menghasilkan gagasan konstruktif dan masukan dari budayawan, akademisi, serta tokoh adat untuk memperkuat identitas budaya Kabupaten Sukamara.
Upaya penggalian dan perumusan identitas baju adat ini diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi penerus. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno