SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Sukamara berupaya memperkuat identitas budaya daerah melalui penggalian sejarah dan filosofi pakaian adat. Hasil penggalian tersebut diharapkan menjadi landasan dalam penggunaan pakaian adat secara tepat, baik pada kegiatan resmi maupun acara kebudayaan.
Bupati Sukamara Masduki mengapresiasi Dewan Kesenian Daerah (DKD) Sukamara dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan Seminar Baju Adat Daerah Kabupaten Sukamara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal.
“Ini menjadi langkah untuk menggali, mengenali, dan merumuskan identitas baju adat yang mencerminkan karakter serta kekhasan daerah,” kata Masduki saat menghadiri seminar tersebut.
Menurutnya, pakaian adat bukan sekadar busana yang memiliki keindahan dan keunikan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, norma, serta jati diri masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, penggalian dan penetapan identitas pakaian adat Sukamara menjadi langkah penting untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Masduki berharap seluruh pihak terkait dapat menggali sejarah dan filosofi pakaian adat Sukamara secara lebih mendalam. Dengan demikian, kriteria dan identitas pakaian adat dapat dirumuskan sesuai dengan karakter daerah.
“Diharapkan semua pihak terkait dapat menggali sejarah dan filosofi baju adat Sukamara secara lebih mendalam sehingga mampu merumuskan kriteria serta identitas pakaian adat yang benar-benar mencerminkan karakter daerah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap identitas pakaian adat daerah semakin dikenal, dipahami, dan dilestarikan sebagai salah satu kekayaan budaya yang memperkuat jati diri Kabupaten Sukamara. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno