SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Bupati Sukamara Masduki menegaskan empat langkah yang harus segera ditindaklanjuti untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Sukamara. Langkah tersebut meliputi integrasi anggaran, pemutakhiran data keluarga berisiko stunting, penguatan kader di lapangan, serta kolaborasi lintas sektor.
Masduki meminta seluruh pihak, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, melaksanakan langkah tersebut secara terintegrasi dan tepat sasaran.
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja yang terintegrasi. Seluruh pihak tidak hanya menjalankan program secara sektoral, tetapi juga harus memastikan setiap intervensi saling terhubung dan tepat sasaran,” kata Masduki.
Langkah pertama adalah mengoptimalkan konvergensi dan integrasi anggaran dari tingkat kabupaten hingga desa. Dukungan anggaran perlu diarahkan secara terpadu agar program penanganan stunting memberikan dampak nyata.
Kedua, memastikan ketepatan data keluarga berisiko stunting (KRS). Data tersebut harus menggambarkan kondisi keluarga yang benar-benar membutuhkan penanganan dan intervensi.
Ketiga, memperkuat peran petugas dan kader di lapangan, khususnya kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader posyandu, serta kader lainnya yang terlibat langsung dalam program percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Keempat, mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan swasta.
Masduki berharap, berbagai forum dan kegiatan koordinasi yang selama ini dilaksanakan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan tindak lanjut konkret di lapangan. Dengan demikian, program yang telah disusun dapat memberikan manfaat bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Sukamara. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno