Kader Diminta Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting

Fauziannur • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04:15 WIB
Ilustrasi bayi stunting. Dok JawaPos
Ilustrasi bayi stunting. Dok JawaPos

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Bupati Sukamara Masduki meminta seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan peran kader dalam mendampingi dan memantau keluarga berisiko stunting (KRS). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukamara.

Masduki menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, kepala desa, serta Tim Penggerak PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa untuk bersama-sama meningkatkan kinerja kader di lapangan.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak boleh hanya menjadi program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Gerakan cegah stunting harus menjadi gerakan moral bersama,” kata Masduki.

Selain memperkuat pendampingan, Masduki menekankan pentingnya kepatuhan dalam pelaporan cakupan layanan melalui Web Aksi Bangda. Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Sukamara bersama seluruh pemangku kepentingan diminta menyampaikan laporan secara berkala setiap enam bulan atau semester.

Ia juga meminta pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait memastikan data cakupan layanan yang disampaikan spesifik dan terverifikasi. Pelaporan harus dilakukan secara berkala dan tepat waktu setiap semester.

“Dengan penguatan kader di lapangan serta dukungan data yang akurat, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sukamara Stunting