SUKAMARA,radarsampit.jawapos.com-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sukamara menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Sukamara Tahun 2026. Melalui rakor tersebut sebagai upaya terus mendorong penanganan serius dan tepat sasaran.
"Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis bukan sekadar persoalan kesehatan jangka pendek. Lebih dari itu, stunting menjadi ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang," kata Bupati Sukamara, Masduki saat membuka kegiatan Rakor di Aula Bapperinda Sukamara, Kamis (8/10).
Menurutnya, penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029. Di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, upaya tersebut juga sejalan dengan program prioritas Huma Betang Gubernur Kalimantan Tengah, khususnya Betang Sehat.
Baca Juga: Pemkab Sukamara Dorong Penguatan Karakter Santri
“Program percepatan pencegahan dan penurunan stunting wajib kita kawal bersama secara serius, terpadu dan tepat sasaran dalam menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan produktif,” ujar Masduki.
Ia menegaskan, melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi, menyamakan langkah dan memastikan berbagai program pencegahan stunting benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
"Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Sukamara yang sehat, cerdas dan produktif di masa mendatang," pungkas Masduki.(fzr/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama