Budidaya Ikan Keramba Belum Terdampak Air Asin

Fauziannur • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04:15 WIB
Perubahan air Sungai Jelai menjadi asin belum berdampak pada kegiatan budidaya ikan keramba dibantaran sungai. (Fauziannur/Radar Sampit)
Perubahan air Sungai Jelai menjadi asin belum berdampak pada kegiatan budidaya ikan keramba dibantaran sungai. (Fauziannur/Radar Sampit) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Perubahan air menjadi asin di Sungai Jelai, Kabupaten Sukamara, belum berdampak terhadap budidaya ikan keramba di bantaran sungai. Ikan nila yang banyak dibudidayakan dinilai relatif tahan terhadap perubahan lingkungan dan kualitas air.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sukamara Pandedi mengatakan, budidaya ikan keramba di aliran Sungai Jelai, termasuk wilayah pesisir, hingga kini masih dapat bertahan. Kondisi tersebut memungkinkan nelayan tetap memelihara ikan.

“Untuk budidaya keramba saat ini banyak dilakukan dengan jenis ikan nila salin yang relatif lebih tahan terhadap perubahan lingkungan atau air,” kata Pandedi.

Menurutnya, pembudidayaan ikan keramba masih dilakukan nelayan di wilayah pesisir dan bantaran Sungai Jelai. Keramba yang dikelola Diskan Sukamara juga masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kalau untuk keramba kita masih dalam proses pemeliharaan, dan untuk keramba nelayan juga belum ada terdampak perubahan air sungai,” ujarnya.

Sementara itu, perubahan kondisi air Sungai Jelai mulai dirasakan nelayan air tawar yang biasa mencari ikan di sungai tersebut. Mereka mulai berpindah lokasi penangkapan ke wilayah hulu sungai. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
keramba ikan sukamara