SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Bupati Sukamara Masduki menegaskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bukan berarti peserta didik libur sekolah. Proses pembelajaran tetap dilaksanakan dari rumah, sementara siswa yang terkendala akses pembelajaran daring tetap mendapat perhatian dari sekolah dan guru.
“Pihak sekolah bersama guru melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga yang anaknya mengalami keterbatasan sarana pembelajaran daring. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi PJJ tidak membuat peserta didik tertinggal dalam mengikuti proses belajar,” jelas Masduki.
Menurutnya, PJJ hanya mengalihkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah dengan sistem daring. Guru tetap aktif memberikan materi dan pendampingan kepada peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Masduki menegaskan kualitas dan mutu pendidikan tetap harus dijaga dan diawasi meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah. Pelaksanaan PJJ juga tetap mempertimbangkan agenda akademik yang telah dijadwalkan sekolah, termasuk ujian tengah semester yang dijadwalkan pada 5 Oktober 2026.
Ia berharap kondisi udara segera membaik sehingga setelah masa PJJ berakhir, peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah seperti biasa. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno